BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang merespons keluhan warga terkait debu yang ditimbulkan dari pekerjaan pembangunan drainase di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api.
Kepala Dinas PUPR Bontang, Edy Prabowo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan penyedia jasa atau kontraktor pelaksana agar segera melakukan langkah pengendalian debu selama pekerjaan berlangsung.
“Saya sudah berkoordinasi dengan penyedia agar dilakukan penyemprotan jalan secara periodik,” ujar Edy Prabowo saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan untuk meminimalkan dampak pekerjaan terhadap masyarakat, terutama pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Edy mengakui debu yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan maupun mengurangi jarak pandang pengguna jalan. Karena itu, kontraktor diminta lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama proyek berlangsung.
“Apalagi jika debunya cukup banyak, tentu bisa mengganggu kesehatan dan pandangan pengguna jalan,” katanya.
Sebelumnya, warga mengeluhkan banyaknya debu yang muncul saat aktivitas pembangunan drainase berlangsung di Jalan Pattimura. Kondisi itu membuat pengendara, khususnya sepeda motor, harus menutup hidung saat melintas.
“Debunya cukup tebal. Pengendara motor yang lewat sampai harus menutup hidung,” ungkapnya.
Warga berharap kontraktor rutin melakukan penyiraman jalan atau langkah pengendalian lainnya agar aktivitas proyek tidak mengganggu mobilitas masyarakat maupun menimbulkan risiko terhadap kesehatan.
“Pihak terkait harus peka terhadap aktivitas warga, jadi setiap hari harus siram,” pungkasnya. (*/Niwil)

















