BONTANG – Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mencatat sepanjang 2025 terjadi 54 kasus kebakaran.
Sementara pada 2026 hingga Maret, jumlahnya menurun menjadi 9 kasus.
Di sisi lain, anggaran penanganan bencana di BPBD Kota Bontang hanya berkisar Rp30 juta per tahun.
Keterbatasan tersebut membuat anggaran mitigasi lebih banyak terserap untuk kebutuhan dasar operasional.
Sekretaris BPBD Bontang Sunaryo menyebut, pihaknya melakukan efisiensi untuk menjaga keberlangsungan penanganan bencana.
“Kita menghemat, karena penyuluh sudah bersertifikasi sehingga tidak ada lagi honor tambahan,” ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.
“Kita hanya fokus pada penyuluhan atau sosialisasi dalam mitigasinya,” sambungnya.
Dia juga menjelaskan, alokasi makan dan minum turut digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional, termasuk bahan bakar patroli.
Meski dengan keterbatasan anggaran, BPBD tetap mendorong seluruh jajaran menjalankan tugas secara maksimal.
“Anggaran kita terbatas, tapi tugas tetap harus berjalan,” tegasnya. (*/Niwil)

















