SAMARINDA – Sejumlah kader Partai NasDem di Kalimantan Timur menggelar aksi protes terhadap laporan Majalah Tempo yang memuat judul “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk” serta ilustrasi karikatur Ketua Umum Surya Paloh.
Aksi berlangsung di depan kantor DPW NasDem Kaltim di Samarinda pada Rabu sore, 15 April 2026.
Massa menyatakan keberatan terhadap edisi 12 April 2026 yang dinilai merugikan citra partai.
Dalam demonstrasi tersebut, peserta membawa spanduk berisi tuntutan klarifikasi hingga permintaan maaf terbuka.
Mereka juga menyoroti sampul majalah yang menggambarkan Surya Paloh tanpa atribut formal, yang dianggap memberi kesan merendahkan.
Kontroversi semakin mencuat setelah laporan itu menyebut adanya usulan Presiden Prabowo Subianto terkait penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Pertemuan itu disebut berlangsung di Hambalang, Bogor, pada Februari 2026.
Namun, NasDem Kaltim menilai informasi tersebut tidak disampaikan secara utuh.
“Kami anggap tidak lengkap,” ujar Bendahara DPW Nasdem Kaltim Saefuddin Zuhri, Rabu 15 April 2026.
Sikap resmi dibacakan oleh bendahara DPW, Saefuddin Zuhri. Ia menegaskan penolakan terhadap isi pemberitaan yang dinilai tidak berimbang.
“Semua kader menolak isi berita itu,” katanya tegas.
Ia juga menilai judul yang digunakan membentuk opini yang keliru tentang partai. Menurutnya, narasi yang dibangun berpotensi memengaruhi persepsi publik.
“Ini bisa menggiring opini,” terangnya.
NasDem Kaltim turut mengacu pada Undang-Undang Pers terkait kewajiban media menyajikan informasi akurat dan berimbang, serta hak jawab bagi pihak yang dirugikan.
Mereka menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu menolak isi pemberitaan, meminta klarifikasi dan permintaan maaf terbuka, serta mempertimbangkan langkah hukum jika tidak ada tanggapan.
“Nasdem kaltim siapkan langkah hukum,” tegasnya.
Sementara itu, pihak redaksi Tempo melalui pemimpin redaksi Setri Yasra menyatakan laporan tersebut telah melalui proses jurnalistik sesuai standar. “Sudah diverifikasi,” ujarnya. (*/IBS)















