BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menanggapi keluhan warga Kelurahan Bontang Baru terkait banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak menyala.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam agenda reses yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026) di Vila Ulin, Gang Sarono Ujung, dan dihadiri puluhan tokoh masyarakat.

Menanggapi hal itu, ia meminta instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan sekaligus perbaikan.
Menurutnya, kondisi jalan yang gelap sangat membahayakan aktivitas warga, terutama pada malam hari, meski fasilitas penunjang sebenarnya sudah tersedia.
“Tidak seharusnya ada ruas jalan yang gelap, apalagi perlengkapannya sudah terpasang. Ini harus segera ditangani karena menyangkut keselamatan warga,” ujarnya.
Dia juga menyebut jumlah PJU yang tidak berfungsi cukup banyak dan tersebar di sejumlah titik. Salah satu penyebabnya diduga karena sistem tenaga surya yang digunakan mulai mengalami penurunan kinerja.
Pemerintah Kota Bontang saat ini tengah merencanakan pengalihan sistem ke jaringan listrik dari Perusahaan Listrik Negara.
Namun, program tersebut masih menunggu dukungan anggaran dan diperkirakan baru bisa direalisasikan pada tahun depan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan sementara tidak boleh menunggu terlalu lama.
Kalau memang belum bisa dialihkan ke PLN dalam waktu dekat, minimal perangkat yang ada sekarang diperbaiki dulu supaya bisa berfungsi kembali,” tegasnya.
Selain persoalan PJU, ia juga menyinggung program bantuan Rp30 juta untuk setiap RT. DPRD, kata dia, akan memberikan pendampingan teknis agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan.
“Kami ingin para ketua RT merasa aman saat menjalankan program ini. Pendampingan akan kami siapkan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pungkasnya. (*/NWL)

















