BONTANG – Komisi A DPRD Kota Bontang mendorong Badak LNG untuk membuka lebih banyak peluang bagi tenaga kerja lokal, khususnya lulusan SMA dan SMK yang dinilai masih memiliki keterbatasan akses untuk masuk ke dunia kerja.
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, mengungkapkan, kebutuhan generasi muda terhadap pengalaman kerja saat ini sangat tinggi, namun belum sepenuhnya terakomodasi.
Ia menilai ruang bagi lulusan baru masih terlalu terbatas.
“Anak-anak SMA/SMK ini sebenarnya tidak menuntut soal honor, mereka hanya ingin diberi kesempatan untuk belajar dan menambah pengalaman,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurut Heri, program magang dan pelatihan kerja yang ada perlu diperluas agar lebih inklusif dan tidak hanya menyasar kelompok tertentu.
Dia menegaskan bahwa kesempatan tersebut penting sebagai bekal awal bagi generasi muda sebelum terjun ke dunia kerja.
“Kalau ruang ini diperbesar, mereka akan punya kesiapan yang lebih baik saat bersaing di dunia kerja,” tegasnya.
DPRD menilai perusahaan memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal.
Pelibatan lulusan SMA/SMK dalam program pembinaan dianggap sebagai langkah konkret untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah.
Heri juga berharap perusahaan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja internal, tetapi juga turut membuka ruang pembelajaran bagi masyarakat sekitar sebagai bentuk investasi jangka panjang.
Menanggapi hal tersebut, Senior Manager Human Capital Badak LNG, Ravito Karismael, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan sejumlah program pengembangan bagi generasi muda, di antaranya melalui program magang dan jalur pengembangan karyawan.
“Terkait pendidikan, kami memiliki program magang dalam skala cukup besar, seperti management trainee D3 selama sembilan bulan dan graduate development program yang menjadi bagian dari proses rekrutmen,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh proses penerimaan dilakukan secara terbuka melalui Dinas Tenaga Kerja, sehingga masyarakat memiliki akses yang sama untuk mengikuti tahapan seleksi.
“Prosesnya terbuka dan melibatkan Disnaker, mulai dari pendaftaran hingga wawancara oleh manajemen,” tutupnya. (*/Nwl)

















