CUITANKALTIM.COM, BONTANG – Overkapasitas siswa di sejumlah sekolah di Kota Bontang dinilai menjadi pemicu munculnya praktik penyalahgunaan ruang. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa sekolah tidak boleh menambah rombongan belajar di luar kapasitas. Hal ini akan berdampak pada penggunaan ruang lain.
Menurutnya, ruang seperti kantin dan perpustakaan sering kali menjadi sasaran. Padahal fasilitas tersebut memiliki fungsi penting.
Ia menilai, solusi tersebut hanya bersifat sementara dan merugikan siswa dalam jangka panjang. Kualitas pembelajaran bisa menurun.
“Begitu jumlah kelas ditambah tanpa perhitungan, pasti akan mencari ruang tambahan. Biasanya kantin atau perpustakaan yang dipakai, dan itu jelas tidak tepat,” katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan fasilitas pendidikan. Semua ruang memiliki peran yang tidak bisa digantikan.
Disdikbud juga mengingatkan bahwa data sekolah terintegrasi dalam sistem nasional. Ketidaksesuaian akan mudah terdeteksi.
Sekolah diminta untuk tidak mengambil kebijakan sepihak. Semua harus sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Data itu tidak bisa dimanipulasi, semuanya akan terlihat di Dapodik. Kalau tidak sesuai, pasti akan menimbulkan konsekuensi,” ujarnya. (MH/ADV)

















