CUITANKALTIM.COM, BONTANG – Keberadaan Autis Centre di Kota Bontang kembali menjadi sorotan publik. Menanggapi hal itu, Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, memberikan penjelasan terkait peran fasilitas tersebut.
Ia menyebutkan, Autis Centre berfungsi sebagai pusat layanan terapi bagi anak autis, bukan tempat kegiatan belajar mengajar seperti sekolah pada umumnya.
“Anak-anak ini tetap bersekolah di tempat masing-masing. Di sini mereka dibantu agar bisa menyesuaikan diri dengan teman dan lingkungannya,” ujarnya, Jumat, (8/5/2026).
Saparuddin menuturkan, salah satu fokus utama terapi adalah melatih anak menghadapi perubahan situasi yang seringkali menjadi tantangan bagi mereka.
Dirinya mencontohkan, perubahan kecil seperti pergantian kendaraan penjemput dapat memicu reaksi emosional yang perlu ditangani secara tepat.
“Hal sederhana bagi kita bisa jadi hal besar bagi mereka. Itu yang dilatih secara bertahap,” katanya.
Selain itu, tenaga pendamping di PLA telah melalui proses pelatihan intensif untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Ia menegaskan, keberadaan Autis Centre merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan inklusif di daerah. (MH/ADV)

















