BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang, Huzaifah Makmur Hidayah, langsung memfokuskan perhatian pada penanganan overkapasitas.
Selain itu, penguatan sistem keamanan sebagai langkah awal kepemimpinannya di Lapas Bontang.
Hidayah resmi diperkenalkan sebagai Plt Kepala Lapas Kelas IIA Bontang dalam acara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, Sabtu (20/6/2026) lalu.
Setelah menerima amanah tersebut, ia langsung melakukan konsolidasi internal bersama jajaran petugas serta meninjau kondisi lapas guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Menurut Hidayah, persoalan overkapasitas masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Lapas Bontang.
Saat ini jumlah penghuni mencapai sekitar 1.765 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal lapas yang hanya sekitar 376 orang.
Salah satu solusi yang terus didorong pemerintah adalah redistribusi warga binaan ke lapas lain yang masih memiliki daya tampung, sekaligus pembangunan fasilitas pemasyarakatan baru di sejumlah wilayah, termasuk Kaltim.
“Overkapasitas menjadi perhatian utama saya kedepanya,” ujarnya saat ditemui, Selasa, 23 Juni 2026.
Selain redistribusi, pihaknya juga terus mendorong pembangunan sarana pemasyarakatan baru di sejumlah daerah, termasuk di Kaltim untuk membantu mengurangi kepadatan penghuni yang terjadi di berbagai lapas.
Meski demikian, Hidayah memastikan program pembinaan bagi warga binaan tetap berjalan optimal.
Pembinaan keagamaan, keterampilan, serta program kemandirian akan terus menjadi prioritas agar warga binaan memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan tetap harus berjalan dengan baik. Kami ingin warga binaan memiliki kemampuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat,” katanya.
Sebagai kota industri, Bontang dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung program pembinaan berbasis keterampilan kerja.
Karena itu, pihaknya berencana mengembangkan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri agar warga binaan memiliki kompetensi yang relevan setelah menyelesaikan masa pidana.
Di sisi lain, Hidayah juga menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan keamanan lapas dengan memperketat pengawasan terhadap peredaran barang-barang terlarang, termasuk narkotika dan telepon genggam ilegal.
Menurutnya, razia rutin maupun insidentil akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Sudah tidak ada ruang untuk pelanggaran. Saya mengajak seluruh petugas dan warga binaan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan integritas di lingkungan lapas,” tegasnya.
Hidayah mengakui berbagai modus penyelundupan barang terlarang terus berkembang dan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemasyarakatan.
Oleh karena itu, penguatan pengawasan serta peningkatan kewaspadaan seluruh jajaran akan menjadi fokus utama selama masa kepemimpinannya.
“Kami ingin menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan produktif. Dengan kerja sama seluruh pihak, saya optimistis tujuan tersebut dapat diwujudkan,” pungkasnya. (*/Niwil)















