SAMARINDA, CUITANKALTIM.COM – Kabar baik datang bagi guru dan tenaga kesehatan di Kalimantan Timur yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi tenaga pendidik dan tenaga medis akan ditanggung melalui program Gratispol Kaltim.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk afirmasi bagi profesi yang berperan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
“Mereka menjadi prioritas kami,” ujarnya, Rabu 22 Juli 2026.
Dia menjelaskan, bantuan UKT tidak hanya berlaku bagi mereka yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
Kesempatan yang sama juga diberikan kepada guru maupun tenaga kesehatan yang memilih melanjutkan studi di kampus luar daerah.
“Di luar Kaltim juga tetap kami bantu,” katanya.
Menurut Seno, pemerintah ingin memastikan para tenaga pendidik dan tenaga medis dapat fokus menyelesaikan pendidikan tanpa dibebani persoalan biaya kuliah.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun pada tahun ini.
Dana itu dialokasikan untuk mendukung berbagai program pendidikan Gratispol yang menyasar masyarakat Kalimantan Timur.
Meski diperuntukkan bagi banyak penerima manfaat, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaannya.
Seno berharap para penerima program memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin dan kembali mengabdikan ilmu yang diperoleh di Kalimantan Timur.
“Harapannya mereka kembali dan membangun daerah,” pungkasnya. (*/Ayb)

















