BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Pemerintah Kota Bontang mengungkapkan pendataan warga yang meninggal dunia masih menjadi persoalan.
Akibatnya, pemberian jaminan kesehatan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah (PBPU PD) terkadang tidak tepat sasaran, bahkan masih tercatat atas nama warga yang telah meninggal dunia.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat sosialisasi PBPU PD yang digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (21/7/2026).
Menyikapi persoalan tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mendorong skema pemberian bantuan biaya penguburan jenazah sebagai bagian dari upaya memperbaiki akurasi pendataan kependudukan.
Menurutnya, skema tersebut bertujuan untuk mendorong setiap keluarga yang anggota keluarganya meninggal dunia untuk segera melaporkan peristiwa kematian ke instansi terkait sekaligus mengurus perubahan data pada Kartu Keluarga (KK).
“Makanya kalau kita itu punya program setiap orang meninggal diberikan 3 juta untuk biaya pemakaman supaya masyarakat ini melapor ke dukcapil supaya namanya dihapus dari data kependudukan,” ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi solusi dalam meningkatkan validitas data kependudukan, sehingga penyaluran bantuan Iuran PBPU PD menjadi lebih tepat sasaran.
Selain penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Pembaharuan data kematian juga dinilai penting untuk menjaga akurasi data daftar pemilih di Kota Bontang.
Lebih lanjut, Neni mengatakan data yang valid menjadi fondasi penting bagi BPJS Kesehatan dalam menyusun kebijakan dan menentukan sasaran program jaminan kesehatan bagi masyarakat.
“Validnya data itu bagi BPJS dapat kita gunakan untuk menentukan program, karena penentuannya juga harus data yang valid,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat data BPJS yang belum sepenuhnya akurat. Namun, Neni menilai BPJS Kesehatan memiliki komitmen untuk terus melakukan pembaruan dan perbaikan data agar informasi yang digunakan dalam pelaksanaan program jaminan kesehatan semakin akurat dan tepat sasaran.
“Kalau BPJS insyaallah tetap komitmen saja, tapi ada jugalah yang eror-eror, tetapi pendataan tetap harus di optimalkan,” pungkasnya. (*/Nwl)
















