BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengajak sekitar 30 perusahaan di Kota Bontang bergotong royong membantu pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 15 ribu masyarakat pekerja bukan penerima upah (PBPU) yang tidak lagi dibiayai pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Ajakan itu disampaikan Neni dalam pertemuan bersama BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan dan puluhan perusahaan di Bontang.
Menurutnya, kebijakan penghentian pembiayaan peserta PBPU desil 6 hingga desil 10 membuat Pemerintah Kota Bontang harus mencari solusi agar program Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan.
“Kurang lebih ada 15 ribu masyarakat yang terdampak karena pemerintah pusat dan provinsi tidak lagi membiayai peserta desil 6 sampai desil 10. Karena itu kami mengajak perusahaan untuk bersama-sama membantu masyarakat melalui skema sharing,” ujar Neni pada Senin (21/7/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan Pemkot, kebutuhan pembiayaan iuran BPJS Kesehatan tahun 2026 mencapai sekitar Rp25,74 miliar, sementara alokasi APBD yang tersedia sekitar Rp24,5 miliar, sehingga masih terdapat potensi kekurangan sekitar Rp1,236 miliar.
Melalui skema tersebut, perusahaan diminta membantu selama lima bulan, mulai Agustus hingga Desember 2026, dengan total kontribusi sekitar Rp1,5 miliar.
Jika dibagi kepada 30 perusahaan, maka masing-masing perusahaan cukup berkontribusi Rp50 juta selama lima bulan, atau sekitar Rp10 juta per bulan.
“Kami hitung kalau ada 30 perusahaan, satu perusahaan hanya sekitar Rp10 juta per bulan selama lima bulan. Nilainya tidak besar bagi perusahaan, tetapi manfaatnya luar biasa bagi masyarakat,” katanya.
Neni menegaskan dana bantuan perusahaan tidak masuk ke kas APBD Kota Bontang, melainkan langsung disalurkan ke virtual account BPJS Kesehatan sebagai rekening kolektif bantuan iuran.
Menurutnya, semangat gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha menjadi solusi terbaik di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Ini bukan untuk kepentingan pemerintah, tetapi untuk melindungi masyarakat Kota Bontang. Saya yakin perusahaan juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan industri,” ujarnya. (*/Nwl)
















