Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Lapas Bontang Beberkan Sejumlah Klarifikasi, Kuasa Hukum Tetap Menduga

Lapas Bontang Beberkan Sejumlah Klarifikasi, Kuasa Hukum Tetap Menduga

by Redaksi Cuitan Kaltim
19 Maret 2025
in Bontang, Dinamika, Umum
0
Ilustrasi penganiayaan (SinPo.id/Pixabay)

Ilustrasi penganiayaan (SinPo.id/Pixabay)

Share on Facebook

BONTANG – Kepala Pengamanan Lapas Kelas II Bontang, Angga, memberikan sejumlah klarifikasi terkait kematian Narapidana Daus yang diduga mati karena keroyok petugas.

Menurut Angga, kematian Narapidana Daus bukan terjadi di Lapas Bontang, melainkan di RSUD. “Penyebab kematianya sampai hari ini kami belum tahu, karena itu yang berhak menyampaikan adalah dokter,” jelasnya, Selasa 18 Maret 2025.

Angga juga membantah isu yang beredar bahwa Narapidana harus membayar Rp8 juta untuk melakukan panggilan telepon.

“Untuk komunikasi warga binaan, kita memiliki kerja sama dengan pihak ketiga, dengan biaya Rp5 ribu untuk 10 menit panggilan biasa, dan Rp10 ribu untuk vidio call 10 menit,” tuturnya.

Selain itu, Angga juga menjelaskan bahwa Narapidana yang melakukan kesalahan akan dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kalau mereka melakukan pelanggaran berat, maka akan diisolasi, bukan dipukul atau dimasukkan ke dalam ‘kandang macam’,” bebernya.

Angga juga mengungkapkan bahwa jumlah Narapidana di Lapas Bontang mencapai 1.750 orang, dengan hanya 7 orang petugas pengamanan.

“Kami juga takut, karena Narapidana banyak, dan kami hanya memiliki 7 orang petugas,” tambahnya.

Kepala Pengamanan Lapas Kelas II Bontang, Angga
Kepala Pengamanan Lapas Kelas II Bontang, Angga

Selanjutnya, Angga menyampaikan bahwa pihak Lapas Bontang telah meminta maaf atas kematian Narapidana Daus, namun bukan berarti mengakui kesalahan.

“Saya meminta maaf sebagai etika sebagai Kepala Lapas, bukan berarti mengakui kesalahan,” pungkasnya.

Ditanyakan terkait dirinya, apakah sudah diminta keterangan oleh penyidik Polres Bontang. Ia menyampaikan bahwa sejauh ini dirinya belum dipangil.

“Kalau hari belum ya, tapi kalau memang diminta keterangan oleh penyidik pasti saya siap. Tapi infonya ada 10 orang yang di pangil,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kematian tahanan Lapas Kelas II A Bontang, menjadi pertanyaan bagi masyarakat, apa penyebab kematianya.

Inisialnya D, warga Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Ia mengembuskan nafas terakhirnya pada 10 Maret 2025 di rumah sakit umum Taman Husada, Kota Bontang.

Pengacara keluarga korban, Bahtiar mengatakan, kematian korban diduga tidak wajar karena adanya luka-luka dan memar di tubuh korban.

Keluarga korban juga menyatakan bahwa mereka tidak menerima penjelasan dari pihak Lapas tentang penyebab kematian korban.

“Korban saat di bawah ke rumah sakit tidak ada pemberitahuan, bahkan saat korban meninggal jam 06 :35 pagi, pihak keluarga juga belum tahu, jam 10 baru mereka tahu,” jelasnya.

Lanjutnya, pihak Lapas telah mengakui kesalahan mereka dalam mengontrol anggota mereka, yang diduga terlibat dalam kematian korban. Namun, pihak Lapas belum memberikan penjelasan yang jelas tentang penyebab kematian korban.

“Ada dari pihak lapas yang sudah meminta maaf, tapi belum ada keterangan lebih jelas apa penyebab kematianya korban,” katanya.

Kelurga korban telah melakukan laporan ke pihak kepolisian dan meminta agar kasus ini diusut tuntas. Mereka juga meminta bantuan dari Komnas HAM dan LPSK untuk mengawal proses hukum.

“Kami akan terus memperjuangkan hak-hak korban dan keluarganya untuk mendapatkan keadilan,” tegasnya. (**/A)

Post Views: 160
Tags: Kematian Tahanan LapasLapas BontangNarapidanaPenganiayaan
Share21Send

Related Posts

Hidayah resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Kelas IIA Bontang

Overkapasitas 1.765 Warga Binaan Jadi PR Perdana Kalapas Baru Bontang Hidayah

by Redaksi Cuitan Kaltim
1 Juli 2026
0
65

BONTANG, CUITANKALTIM.COM - Baru menerima tongkat kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang, Huzaifah Makmur Hidayah langsung dihadapkan pada...

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang, Dr. Huzaifah Makmur Hidayah

Kalapas Baru Bontang Hidayah Fokus Atasi Overkapasitas dan Perkuat Keamanan Lapas

by Redaksi Cuitan Kaltim
23 Juni 2026
0
87

BONTANG, CUITANKALTIM.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang, Huzaifah Makmur Hidayah, langsung memfokuskan perhatian pada...

Firimus Api, mantan Presiden BEM IKIP PGRI Kalimantan Timur sekaligus alumni SKOI Kaltim. (Ist)

Mantan Narapidana Jadi Kepsek SKOI Kaltim, Alumni Sebut Preseden Buruk

by Redaksi Cuitan Kaltim
22 April 2026
0
75

BONTANG – Keputusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam penunjukan pimpinan lembaga pendidikan kembali menjadi sorotan tajam. Pengangkatan Abdul Afif,...

Next Post
Ilustrasi lowongan kerja McDonald's (ChatGPT)

Loker di McDonald's untuk Posisi Crew Operation

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Prosesi pemakaman bayi yang meninggal dunia usai menjalani penanganan medis di RS Santa Elisabeth Bengalon.

    Kasus Kematian Bayi di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim Masih Diselidiki Polisi

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Jadwal Kapal PELNI Juli 2026 dari Pelabuhan Bontang Resmi Dirilis, Catat Tanggal dan Rute Lengkapnya

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Mediasi Gugatan Perdata Basri Rase Kembali Dijadwalkan, Tergugat Siapkan Rekonvensi

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Gerak-gerik Mencurigakan di Jalan HM Ardans Bontang, Dua Pria Dibekuk Polisi

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Wali Kota Bontang Tekankan OPD Terus Perkuat Tata Kelola Data Pemerintahan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelabuhan Semayang di Balikpapan

Jadwal Kapal Balikpapan – Surabaya April 2026, Dharma Lautan Utama Beroperasi Rutin

5 April 2026
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

11 Maret 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

8 November 2024
PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan - Parepare dan Balikpapan - Palu Februari - Maret 2026

PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan – Parepare dan Balikpapan – Palu Februari – Maret 2026

23 Februari 2026
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim

AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim, Berbekal Pengalaman Ungkap Kasus Siber Internasional

18 Juli 2026
Pogres pembagunan IKN

Basuki Beberkan Progres IKN, Jalan Tol hingga Kawasan Legislatif Masih Dibangun

17 Juli 2026
Barang bukti yang diamankan Polres Bontang

Terendus dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu 10,22 Gram di Bontang

17 Juli 2026
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai awak media

Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Bontang Tekankan Guru Jaga Mutu Pendidikan

17 Juli 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang