KUTIM – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur memperkuat sistem pemantauan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026 dengan memasang 20 unit CCTV pada sejumlah titik ruas jalan nasional dan ruas fungsional tol Ibu Kota Nusantara (IKN).
Seluruh perangkat diintegrasikan dengan Command Center BBPJN agar kondisi lalu lintas dapat dipantau secara real time.
Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana menyampaikan langkah ini disiapkan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama puncak perjalanan mudik. Pemasangan dilakukan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan kepadatan, rawan longsor, serta wilayah penyangga ruas tol fungsional IKN.
“Langkah ini dilakukan sebagai upaya penguatan sistem pemantauan dan pengendalian lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan saat arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026,” jelasnya, Jumat (27/2/2026).
Adapun titik pemasangan CCTV meliputi Ruas Sp. Perdau–Tepian Langsat–Batu Ampar STA 70+000, Ruas Sp. Muara Wahau–Kelay–Labanan STA 91+000, Ruas Sp. 3 Maluang/Gunung Tabur–Batas Bulungan STA 9+900, serta titik rawan longsor di Ruas Semoi–Sepaku dan Ruas Samboja–Loa Janan.
Selain itu, CCTV juga dipasang di posko jalur lebaran di Petung, Sungai Siring, dan Sp. Lempake–Sambera, serta di ruas pendukung Kaltim seperti Jembatan Busui, Road 9 PT KPC, dan sejumlah seksi ruas fungsional Tol IKN termasuk Jembatan Pulau Balang.
Yudi mengatakan, integrasi sistem ini bertujuan mempercepat deteksi masalah di lapangan dan memudahkan koordinasi antarinstansi ketika terjadi gangguan maupun lonjakan volume kendaraan. Menurutnya, kesiapan infrastruktur teknologi menjadi bagian penting dari pengamanan arus mudik tahun ini.
“Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, serta mengikuti informasi resmi terkait arus mudik dan balik,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya telah dilakukan untuk memastikan seluruh jalur utama dan jalur alternatif dapat digunakan dengan aman.
Dengan dukungan pemantauan digital di 20 lokasi tersebut, BBPJN Kaltim berharap pergerakan masyarakat selama Idul Fitri 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan berarti.
“Diharapkan perjalanan masyarakat selama Idul Fitri 2026 dapat berlangsung aman dan lancar,” pungkasnya. (*/Arya)

















