BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Shemmy Permata Sari (SPS), menggelar Penguatan Demokrasi Daerah ke-5 di Bontang, Sabtu 13 Juni 2026.
Kegiatan itu dengan tema “Teknologi Informasi untuk Efektivitas Pengawasan Publik dan Demokrasi Digital”.
Turut dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan tersebut membahas pentingnya pemanfaatan teknologi informasi secara bijak di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.
Dalam sambutannya, SPS sapaanya mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memahami dan menyebarkan informasi yang diterima melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.
Menurutnya, kemudahan akses informasi saat ini harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi yang benar agar tidak mudah terjebak hoaks maupun informasi yang menyesatkan.
“Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam demokrasi, bukan justru menjadi sarana penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya.
Materi kemudian dilanjutkan oleh narasumber Sadryani M Said yang menjabat sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Dalam pemaparannya bertajuk “Teknologi dan Kita”, Sadryani mengajak masyarakat lebih memahami berbagai layanan digital yang telah disediakan pemerintah untuk membantu kebutuhan warga sehari-hari.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah layanan darurat 112 yang dapat diakses masyarakat saat menghadapi situasi yang mengancam keselamatan.
“Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat cukup menghubungi 112, menyampaikan lokasi kejadian secara jelas, dan petugas akan segera menindaklanjuti laporan,” jelasnya.
Dia memberikan sejumlah contoh kondisi yang masuk kategori darurat, seperti kebakaran akibat kompor meledak, warga yang pingsan dan mengalami kesulitan bernapas, maupun kejadian lain yang membutuhkan penanganan cepat.
Sebaliknya, persoalan yang tidak bersifat darurat seperti menanyakan syarat bantuan sosial tidak perlu disampaikan melalui layanan tersebut.
Sadryani juga menekankan pentingnya peran RT, tokoh masyarakat, dan majelis taklim dalam menciptakan lingkungan yang lebih siap menghadapi situasi darurat.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain menempelkan nomor layanan 112 di rumah dan pos RT, membantu warga lanjut usia saat panik, serta mengenali titik-titik lokasi penting di lingkungan sekitar.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak terburu-buru merekam dan menyebarkan video saat terjadi musibah.
“Tolong dulu, jangan viralkan. Martabat korban lebih penting daripada konten,” tegasnya.
Ia mengimbau warga menggunakan telepon genggam sebagai alat bantu keselamatan, bukan untuk mempermalukan atau mengeksploitasi korban kejadian.
Dalam penggunaan grup WhatsApp, masyarakat juga diminta untuk menahan diri sebelum menyebarkan informasi, melakukan pengecekan fakta dari sumber resmi, dan hanya membagikan informasi yang dapat membantu warga lainnya.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah layanan digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kota Bontang, seperti Bontang Siaga 112, SPAN Lapor sebagai kanal pengaduan masyarakat, serta Pondok Pasilan untuk layanan administrasi kependudukan.
Tak hanya itu, berbagai fasilitas berbasis teknologi seperti CCTV dan WiFi gratis yang disediakan pemerintah daerah juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik.
Sadryani menjelaskan bahwa konsep pemerintahan digital atau e-government kini memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan tanpa harus selalu datang dan mengantre di kantor pemerintahan.
Ia turut memaparkan enam dimensi utama dalam pembangunan kota cerdas atau smart city, yakni Smart Living, Smart Economy, Smart People, Smart Environment, Smart Governance, dan Smart Mobility.
Menurutnya, keberhasilan mewujudkan kota pintar tidak hanya bergantung pada teknologi semata, tetapi juga keterlibatan masyarakat dan dukungan lembaga atau institusi.
“Smart City adalah perpaduan antara teknologi, manusia, dan institusi yang bekerja bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (*/Niwil)

















