BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Banjir Jalan Piere Tendean masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat Bontang Kuala, sebab jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat.
Persoalan itu merupakan ranah Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), namun hingga kini jalan tersebut masih terendam dan belum dapat diselesaikan dengan baik.
Menyadari hal tersebut, pemerintah kota Bontang akan mengambil langkah perbaikan dengan mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk penanganan banjir di kawasan tersebut, yang akan dikucurkan mulai tahun 2027.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan persoalan banjir pada jalan utama masyarakat Bontang Kuala tidak bisa dibiarkan terus menerus seperti itu.
“Kalau hanya 1 M itu tidak cukup, tahun depan kita gunakan anggaran APBD Kota Bontang, Karena tidak bisa kita biarkan terus menerus seperti itu,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, Banjir yang terjadi di Jalan Piere Tendean harus di tangani dengan serius, sebab langkah yang sebelumnya diambil oleh Pemkot Bontang dengan mengajukan persuratan ke BPJN belum ada langkah konkret sampai saat ini.
Sebab, jalan tersebut masih dinilai bagus oleh pusat, sehingga tidak menjadi prioritas pembangunan, sementara persoalan itu mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.
Sehingga, Pemkot Bontang bersepakat akan membangun akses permanen di dua sisi jalan agar aktivitas masyarakat dan pengunjung dapat terjaga.
“Akhirnya DPRD dan Pemkot Bontang bersepakat untuk menggunakan APBD, karena sampai kapan kita mau dianggap jalan kita oleh pusat bagus,” pungkasnya. (*/Niwil)
















