PASER,CUITANKALTIM.COM – Niat mencari udang untuk menambah penghasilan berubah menjadi peristiwa mencekam bagi seorang ayah dan anak.
Kejadian itu di aliran Sungai Taberu, areal Kebun MRRA 1 Blok D45 PT Pradiksi Gunatama, Desa Taberu Paser Damai, Kecamatan Batu Engau, Kamis (25/6) sekitar pukul 12.30 Wita.
Keduanya nyaris meregang nyawa setelah diserang seekor buaya secara beruntun saat berada di tepi sungai.
Kapolsek Batu Engau, AKP Yudhi Ismanto, SH, menjelaskan, insiden bermula ketika Bejo Priyono (29) sedang menebar jala untuk mencari udang.
Tanpa diduga, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkam tangan kiri Bejo.
Melihat anaknya bergulat dengan buaya, Sindon (50) tanpa berpikir panjang langsung menceburkan diri ke sungai untuk memberikan pertolongan.
“Korban Bejo akhirnya berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya. Namun, buaya tersebut kemudian berbalik menyerang ayahnya dan menggigit tangan kiri Sindon,” ujarnya.
Situasi semakin menegangkan ketika Sindon berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari rahang buaya.
Beruntung, seorang rekan korban sigap membantu dengan menarik ekor buaya, sementara Sindon menyumpal mulut reptil ganas itu menggunakan sebatang kayu.
Upaya tersebut berhasil membuat buaya melepaskan gigitannya sehingga Sindon dapat menyelamatkan diri.
Akibat serangan itu, ayah dan anak tersebut mengalami luka pada tangan kiri. Keduanya kemudian dievakuasi ke RSUD Pratama Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, untuk mendapatkan perawatan medis.
AKP Yudhi Ismanto mengatakan, kedua korban merupakan warga Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang diketahui memang kerap mencari udang di kawasan Sungai Taberu.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai yang menjadi habitat buaya dan satwa liar lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menghindari aktivitas di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya, terutama saat berada di tepi sungai,” pungkasnya. (*/Red)

















