KUKAR, CUITANKALTIM.COM – Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, menghadap Sultan Aji Muhammad Arifin di Tenggarong, Selasa (16/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal dibahas, mulai dari sejarah Kesultanan Kutai hingga persoalan yang saat ini tengah dihadapi Rita dan keluarganya.
Rita mengungkapkan bahwa dirinya diterima oleh Sultan sebagai bagian dari keturunan Raja Kudungga, sosok yang dalam tradisi lisan masyarakat Kutai dikenal sebagai leluhur awal yang menjadi cikal bakal garis keturunan kerajaan di wilayah Kutai.
Menurut cerita yang diwariskan keluarganya, garis keturunan Raja Kudungga dikenal melalui keturunan Awang dan Dayang. Rita menyebut dirinya mewarisi garis tersebut dari sang ibu, Dayang Kartini.
“Sejak kecil saya mendengar kisah yang disampaikan para tetua keluarga mengenai hubungan keturunan Awang dan Dayang dengan Raja Kudungga. Hari ini saya bersyukur dapat diterima dan mendapat pengakuan sebagai bagian dari keturunan tersebut,” ujarnya.
Rita juga mengenang peran almarhum ayahnya, Syaukani HR, yang semasa memimpin Kutai Kartanegara berupaya menghidupkan kembali tradisi dan marwah Kesultanan Kutai sebagai bagian dari pelestarian sejarah daerah.
Pada masa kepemimpinannya, berbagai kegiatan budaya digelar, termasuk mengundang kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Nusantara dalam rangkaian Erau.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata di Kutai Kartanegara.
Dalam pertemuan dengan Sultan Kutai, Rita mengaku mendapatkan dukungan moral atas perjuangannya mencari keadilan bagi keluarga yang tengah menghadapi persoalan hukum.
“Saya berharap perjuangan mencari keadilan ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat. Sebab keadilan merupakan amanat bangsa yang tercermin dalam Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” pungkasnya. (*/Mahli)
















