Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Pahlawan Nasional: Antara Perjuangan atau Permainan Politik

Pahlawan Nasional: Antara Perjuangan atau Permainan Politik

by Redaksi Cuitan Kaltim
November 7, 2025
in Opini, Umum
0
Penulis: Arya Gandi

Penulis: Arya Gandi

Share on Facebook

CUITAN OPINI – Menuju hari pahlawan nasional, tanggal 10 November 2025, ada kisah menarik yang menjadi diskusi publik hari-hari ini, yaitu pengusulan Soeharto menjadi pahlawan nasional.

Sebab ada kisah kelam semasa menjadi presiden, dimana Soeharto dikenal sebagai presiden yang otoriter.

Menjadi pahlawan nasional tidak hanya di ukur melalui jabatan kepemimpinan, tapi juga melalui perjuangan atas berbangsa, perilaku yang baik, atau tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak citra perjuangannya.

Sebab hal itu semua menjadi bagian penting dalam pemberian gelar kepahlawanan.

Dibeberapa pemberian gelar kepahlawanan, seperti Soekarno, Muh. Hatta, Muhammad Yamin dan beberapa yang lainnya telah dianggap memenuhi syarat tersebut.

Dalam pembuktian perjuangannya, tercatat dalam literatur kesejarahan berbangsa Indonesia, dan di kuatkan oleh orang yang hidup dimasanya.

Soekarno di nobatkan sebagai pahlawan nasional, karena di beberapa catatan perjuangan berbangsa Soekarno banyak memberikan sumbangsi perjuangan dan sumbangsi pikiran terhadap bangsa, seperti pendirian Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan pra kemerdekaan bersama dengan pejuang lainnya.

Yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, melakukan penguatan kesadaran politik dan nasionalisme untuk rakyat Indonesia.

Soekarno juga semasa perjuangannya pernah diasingkan, karena dianggap berbahaya oleh klonial.

Serta Soekarno juga memberikan sumbangsih terhadap bangsa melalui pikirannya atas dasar bernegara yang kita sebut Pancasila dari hasil sidang BPUPKI, dan sampai kepada sidang PPKI Soekarno dipilih menjadi presiden pertama, dan kemudian diculik untuk melakukan proklamasi kemerdekaan dan didampingi oleh Muh Hatta sebagai wakilnya.

Sementara itu, penobatan pahlawan nasional ada beberapa nama yang di usulkan untuk menjadi pahlawan nasional, diantara nama-nama tersebut, ada nama Soeharto dan Marsinah diantaranya.

Pengusulan nama Soeharto menjadi kontroversi sebab selama menjabat sebagai presiden Soeharto terkategori sebagai pemimpin terkorup dari laporan Transparency International (TI).

Belum lagi pelanggaran HAM, seperti peristiwa semanggi dan trisaksi, tanjung Priok dan beberapa peristiwa penghilang aktivis demokrasi.

Dari pengusulan Soeharto untuk menjadi pahlawan nasional terjadi penolakan, baik pada partai politik, aktivis demokrasi dan cendikiawan.

Partai politik yang menolak Soeharto untuk menjadi pahlawan nasional ialah PDI-Perjuangan, sebab di masa orde Baru PDI-P hendak dikebiri Oleh pemerintah orde baru, dengan keterlibatan rezim dalam kongres luar biasa PDI-P.

Di sisi yang lain, soal pelanggaran HAM sangat marak terjadi di fase orde Baru seperti penghilang beberapa aktivis, pengaman aksi demonstrasi yang berujung pada tewasnya 4 mahasiswa Trisakti dan beberapa yang luka-luka peristiwa tersebut di kenal sebagai peristiwa Trisakti, Belum lagi seperti peristiwa Tanjung Priok, peristiwa Kedung Ombo, peristiwa amugme dan peristiwa yang lainnya yang cukup banyak memakan korban.

Sementara itu, nama Marsinah juga masuk dalam penobatan pahlawan nasional yang secara historis Marsinah adalah pejuang atas eksploitasi terhadap buruh pada masa Orde Baru, masa pada saat itu adalah masa Soeharto menjabat sebagai presiden, di mana Marsinah meinggal disebabkan oleh penyiksaan berat, yang berkaitan pada aksi demonstrasi dan mogok kerja yang di pelopori olehnya, sehingga dari dua tokoh yang diusulkan tersebut terjadi kontradiksi peran dan perjuangan.

Marsinah berjuang untuk melawan tirani kekuasaan Perusahaan dan negara, sementara Soeharto yang berkuasa.

Lucunya, yang mengusulkan nama Soeharto untuk menjadi pahlawan Nasional adalah menteri yang mengklaim dirinya sebagai aktivis 98, yang juga terlibat dalam pelengseran Soeharto semasa menjadi presiden. Lalu dianggap bahwa Soeharto layak menjadi pahlawan Nasional.

Tanpa memperhatikan tragedi Orde baru yang bagi banyak kalangan dan yang hidup zaman tersebut zaman paling kejam dengan sistem yang otoriter.

Oleh karena itu, dalam upaya penobatan Soeharto menjadi pahlawan nasional, menghadirkan kritik dimasyarakat dan platform media sosial dibanjiri petisi serta gambar wajah mantan presiden Soeharto dengan bertuliskan tolak Soeharto menjadi pahlawan nasional.

Menjadi bukti bahwa historis kepemimpinan menyimpan luka dan duka yang mendalam bagi aktivis dan keluarga korban.

Maka, dengan bermacam kritikan tersebut, harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan penobatan menjadi pahlawan nasional, sebab peristiwa masa lalu menjadi bukti kekejaman negara dalam menutup ruang kebebasan sipil serta kelakuan kepemimpinan otoriter yang banyak memakan korban menjadi bukti nyata.

Maka untuk tetap mensakralkan kata pepatah “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal pahlawannya”, hal diatas penting untuk di pertimbangkan dalam memutuskan sebagai pahlawan nasional.

Dalam penentuaan menjadi pahlawan nasional, bukan hanya di ukur dari pengusulan pemegang kekuasaan atau kerja-kerja politik tapi juga harus melibatkan suara rakyat, sebab kebijakan yang diambil semasa kepemimpinannya itu teraktualisasi untuk rakyat, dan rakyat yang dapat mengukur kebaikan seorang pemimpin, sehingga layak atau tidaknya untuk diberikan gelar pahlawan Nasional.

Sebagai kesimpulan dalam tulisan ini, gelar kepahlawanan adalah gelar yang sakral dan tidak hanya di ukur sebab pernah menjabat sebagai presiden, dan memiliki kekuatan politik, tapi ada persyaratan yang harus terpenuhi, agar gelar tersebut tidak dijadikan sebagai gelar yang mudah diraih melalui kerja-kerja politik, tanpa memperhatikan perilakunya semasa hidup atau menjadi presiden. (***)

Penulis: Arya Gandi 

Post Views: 697
Tags: Hari Pahlawan NasionalOpiniSoeharto
Share23Send

Related Posts

Ketua DPC PKB Bontang, Firman,

Penetapan Gus Dur Sebagai Pahlawan Nasional, PKB Bontang: Spirit Kemanusiaan yang Tak Pernah Padam

by Redaksi Cuitan Kaltim
November 12, 2025
0
52

BONTANG – Ketua DPC PKB Bontang, Firman, menilai penetapan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional menjadi momen...

Kutim Peringati Hari Pahlawan ke-80

Pahlawan Menginspirasi, Generasi Meneruskan: Kutim Peringati Hari Pahlawan ke-80

by Redaksi Cuitan Kaltim
November 10, 2025
0
39

KUTIM - Upacara Hari Pahlawan ke-80 digelar di Lapangan Kantor Bupati, Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (10/11/2025). Upacara dipimpin Kapolres...

Penulis: Arif Maldini (Kader HmI Kota Bontang)

Paradoks Kebijakan Publik di Kota Bontang : Antara Harapan dan Kenyataan

by Redaksi Cuitan Kaltim
September 8, 2025
0
107

OPINI - Pembangunan Kota Bontang, yang selama ini dikenal dengan pesatnya pertumbuhan infrastruktur dan sektor industri, kini berada di persimpangan...

Next Post
Layanan Kantor DPMPTSP Kota Bontang

DPMPTSP Tegaskan Hanya Penata Anestesi Bersertifikat yang Berhak Kantongi Izin Praktik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Konferensi Pers, Pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Bontang

    Kisruh POBSI Bontang: Dana Tak Transparan dan Proker Tak Pernah Dilaksanakan

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Bocah 10 Tahun Diserang Buaya di Perairan Tanjung Limau Bontang

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Negara, Demokrasi, dan Bibit-bibit Kekuasaan Otoritarianisme

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Jadwal Kapal di Pelabuhan Loktuan Bontang untuk Desember 2025 Resmi Dirilis

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • SDIT Cahaya Fikri Gelar Festival Tahunan, 418 Siswa Tampilkan Seni dan Budaya Nusantara

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

Maret 11, 2025
Konfirensi pers orang tua korban di dampingi kuasa hukum (Ist)

Fakta Kematian Tahanan Lapas, Ini Keterangan Kuasa Hukum Korban

Maret 13, 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

November 8, 2024
MK Tolak Gugatan Kota Bontang soal Dusun Sidrap, Kades Martadinata Imbau Warga Jaga Kondusivitas

MK Tolak Gugatan Kota Bontang soal Dusun Sidrap, Kades Martadinata Imbau Warga Jaga Kondusivitas

September 17, 2025
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
Petugas dan kendaraan medis bersiaga di area pintu masuk kawasan Desa Martadinata saat pelaksanaan Bontang International Ultra Trail 2025, Minggu (30/11/2025).

Kepala Desa Martadinata Protes Balai TNK soal Event Bontang International Ultra Trail

November 30, 2025
HUT ke-10 Tahun Viking Borneo Sangatta

Viking Borneo Sangatta 10 Tahun, Tekankan Persatuan Suporter dan Kiprah Sosial

November 30, 2025
Edukasi Kanker Serviks di Puskesmas Bontang Barat, Sabtu, 29 November 2025.

Cegah Kanker Serviks, Dinkes Bontang Gencarkan Edukasi dan Pemeriksaan HPV DNA

November 30, 2025
Satlantas Polres Bontang lakukan Operasi Zebra Mahakam 2025

Polres Bontang Amankan 3.578 Pelanggar Selama 11 Hari Operasi Zebra Mahakam 2025

November 30, 2025

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang