Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Hiburan Malam vs Rumah Adat : Saatnya Bontang Menentukan Arah

Hiburan Malam vs Rumah Adat : Saatnya Bontang Menentukan Arah

by Redaksi Cuitan Kaltim
8 September 2025
in Opini, Umum
0
Penulis: Angelita (Mahasiswi Kota Bontang)

Penulis: Angelita (Mahasiswi Kota Bontang). (Ist)

Share on Facebook

OPINI – Di tengah geliat industrinya, Kota Bontang masih menyimpan paradoks besar. Di satu sisi, Bontang sering dielu-elukan sebagai miniatur Indonesia karena keberagaman suku dan budayanya.

Namun, jika kita jujur, keberagaman ini belum benar-benar dikelola secara serius. Bontang punya banyak suku, tapi tidak punya ruang representasi budaya yang bisa menjadi pengikat identitas bersama.

Coba bandingkan dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta atau kampung adat di Toraja.

Mereka berhasil menjadikan rumah adat sebagai pusat edukasi sekaligus destinasi wisata. Sementara Bontang, yang punya potensi lebih karena keberagaman warganya, justru belum menyediakan ruang serupa.

Akibatnya, generasi muda lebih akrab dengan pusat hiburan malam ketimbang ruang edukasi budaya.

Di sinilah seharusnya pemerintah Kota Bontang mengambil langkah berani. Lokasi yang tepat untuk itu adalah Prakla di Berbas Ujung bisa menjadi titik balik.

Selama ini, Prakla dikenal sebagai kawasan hiburan malam yang erat dengan miras dan aktivitas yang bertolak belakang dengan slogan kota Taman : Tertib, Agamis, Mandiri, Aman, Nyaman.

Alih fungsi Prakla menjadi kompleks rumah adat Nusantara akan memberi identitas baru bagi Bontang sebagai destinasi wisata edukatif yang bisa mendatangkan kebanggaan sekaligus pemasukan bagi kota.

Bayangkan jika di kawasan itu berdiri rumah-rumah adat Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Masing-masing menampilkan sejarah, tokoh, senjata tradisional, tarian, hingga kuliner khas.

Warga yang rindu kampung halaman cukup datang ke rumah adat sukunya tanpa harus jauh pulang, sementara bagi pelajar dan mahasiswa, rumah adat bisa menjadi laboratorium budaya yang memperkaya khazanah.

Tidak hanya itu, wisatawan dari luar kota tentu akan tertarik. Mereka tidak hanya datang untuk industri Bontang, tapi juga untuk mengenal budaya Nusantara yang terwakili di sini.

Hal ini otomatis akan menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM lokal, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan.

Apalagi, dengan APBD Kota Bontang yang mencapai Rp3,17 triliun pada tahun ini, sangat tidak berlebihan jika sebagian dialokasikan untuk mewujudkan rumah adat sebagai ikon baru kota.

Anggaran sebesar itu seharusnya tidak hanya habis untuk belanja rutin, tetapi juga untuk menghadirkan proyek monumental yang meninggalkan jejak sejarah dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dengan komitmen politik yang jelas, pembangunan kompleks rumah adat bukanlah hal mustahil, justru sangat realistis.

Bagi Bontang, pembangunan rumah adat bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang, memperkuat persatuan, mencerdaskan generasi, sekaligus menjadikan kota ini tujuan wisata budaya.

Jika hanya mengandalkan industri besar atau membiarkan hiburan malam berkembang, identitas Bontang akan rapuh. Tetapi dengan rumah adat, Bontang benar-benar akan hidup sebagai miniatur Indonesia, bukan sekadar slogan kosong.

Sebagai generasi muda, saya yakin perubahan ini bukanlah mimpi. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian politik dan komitmen nyata dari pemerintah kota.

Jika daerah lain bisa menjadikan budaya sebagai kebanggaan, maka Bontang pun mampu berdiri tegak, berbenah, dan membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan sekadar statistik.

Mari wujudkan Bontang sebagai kota industri yang cerdas sekaligus kota budaya yang membanggakan Nusantara. (***)

Penulis: Angelita (Mahasiswi Kota Bontang)

Post Views: 313
Tags: AngelitaBontangHiburan MalamOpiniPraklaRumah Adat
Share16Send

Related Posts

Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib.

59 Remaja Hamil dalam Lima Bulan Jadi Alarm Keras, Bontang Tak Bisa Lagi Berlindung di Balik Predikat Kota Layak Anak

by Redaksi Cuitan Kaltim
8 Juli 2026
0
209

BONTANG, CUITANKALTIM.COM - Lonjakan kasus kehamilan remaja di Kota Bontang menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib. Berdasarkan...

Terlihat terduga pelaku diamankan warga karna mencuri mangga

Warga Bontang Pergoki Dua Pria Panen Mangga Diam-Diam, Satu Berhasil Kabur

by Redaksi Cuitan Kaltim
22 Juni 2026
0
133

BONTANG, CUITANKALTIM.COM - Seorang pria diduga melakukan pencurian buah mangga di kawasan Gang Gamelan, Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang, diamankan...

Kondisi Truk Muat Minyak Goreng Curah Terperosok di Parit Tanjakan Stitek Bontang,

Truk Muat Minyak Goreng Curah Terperosok di Parit Tanjakan Stitek Bontang, Muatan Tumpah hingga Dibagikan ke Warga

by Redaksi Cuitan Kaltim
17 Juni 2026
0
148

BONTANG, CUITANKALTIM.COM - Sebuah truk pengangkut minyak goreng curah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan tanjakan Stitek, Kota Bontang, Rabu (17/6/2026)...

Next Post
Penulis: Arif Maldini (Kader HmI Kota Bontang)

Paradoks Kebijakan Publik di Kota Bontang : Antara Harapan dan Kenyataan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Prosesi pemakaman bayi yang meninggal dunia usai menjalani penanganan medis di RS Santa Elisabeth Bengalon.

    Kasus Kematian Bayi di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim Masih Diselidiki Polisi

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Jadwal Kapal PELNI Juli 2026 dari Pelabuhan Bontang Resmi Dirilis, Catat Tanggal dan Rute Lengkapnya

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Mediasi Gugatan Perdata Basri Rase Kembali Dijadwalkan, Tergugat Siapkan Rekonvensi

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Gerak-gerik Mencurigakan di Jalan HM Ardans Bontang, Dua Pria Dibekuk Polisi

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Buruh Harian Lepas di Bontang Ditangkap, Diduga Edarkan Sabu 9,90 Gram

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelabuhan Semayang di Balikpapan

Jadwal Kapal Balikpapan – Surabaya April 2026, Dharma Lautan Utama Beroperasi Rutin

5 April 2026
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

11 Maret 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

8 November 2024
PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan - Parepare dan Balikpapan - Palu Februari - Maret 2026

PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan – Parepare dan Balikpapan – Palu Februari – Maret 2026

23 Februari 2026
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim

AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim, Berbekal Pengalaman Ungkap Kasus Siber Internasional

18 Juli 2026
Pogres pembagunan IKN

Basuki Beberkan Progres IKN, Jalan Tol hingga Kawasan Legislatif Masih Dibangun

17 Juli 2026
Barang bukti yang diamankan Polres Bontang

Terendus dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu 10,22 Gram di Bontang

17 Juli 2026
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai awak media

Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Bontang Tekankan Guru Jaga Mutu Pendidikan

17 Juli 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang