KUTIM – Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kutai Timur menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim di Cafe Kongko, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarpetani sawit di Kutim.
Ketua FPKS Kutim, Nasrudin, mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui edukasi yang tepat, terutama terkait pengelolaan dan legalitas lahan.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah memberikan edukasi kepada petani. Bukan hanya soal membuka lahan, tetapi juga memastikan status lahannya jelas,” ujarnya.
DIa menegaskan, petani harus memahami tata ruang sebelum membuka lahan perkebunan sawit.
“Jangan sampai mereka sudah menghabiskan tenaga dan biaya membuka lahan, ternyata lahan itu tidak masuk dalam tata ruang perkebunan sawit atau justru berada di wilayah HGU perusahaan,” jelasnya.
Menurut Nasrudin, kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang diskusi dengan pemerintah maupun perusahaan yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) di Kutai Timur.
“Melalui kegiatan ini, kami bisa bersilaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi dengan pemerintah dan perusahaan. Sehingga hal-hal yang menjadi persoalan di lapangan bisa langsung kami sampaikan,” katanya.
Ia juga menilai sektor kelapa sawit masih memiliki potensi besar di Kutai Timur, sehingga menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor perkebunan.
“Minat pemuda untuk berkebun sawit cukup tinggi. Apalagi potensi sawit ke depan masih sangat besar,” tuturnya.
Karena itu, Nasrudin mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam organisasi FPKS agar dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor perkebunan sawit di daerah.
“FPKS juga membutuhkan peran pemuda untuk memberikan energi dan nilai produktif dalam organisasi,” pungkasnya. (*/Arya)















