BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha guna mendorong kemandirian masyarakat, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) membekali 50 mitra binaan dengan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional, kreativitas, hingga memperluas jangkauan pasar, khususnya di ranah digital.
Langkah ini merupakan bagian dari program Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK), sebagai bentuk kesinambungan pembinaan Pupuk Kaltim bagi pelaku usaha agar semakin bertumbuh.
Kegiatan bertajuk “Dapat Cuan Cepat dengan AI Lebih Hebat” ini menggandeng Media Wave Interaktif, melalui metode pembelajaran secara langsung (hands-on) menggunakan platform AI terintegrasi.
VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan transformasi digital saat ini telah menjadi kebutuhan di berbagai sektor, termasuk UMKM.
Hal ini mengingat keterbatasan sumberdaya menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku usaha kecil, dengan mengerjakan sendiri hampir seluruh aktivitas bisnis. Mulai dari produksi, pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga pencatatan keuangan.
Untuk itu, Pupuk Kaltim berupaya memastikan seluruh pelaku usaha binaan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam mendorong daya saing usaha.
“Melalui GEMA UMK, kami ingin pelaku usaha yang tidak hanya kuat dari sisi produk, tapi juga unggul dalam pemanfaatan teknologi. Dari hal itu, mitra binaan Pupuk Kaltim dapat memanfaatkan peluang ini untuk berkembang lebih cepat dan kompetitif,” ujar Rezha, saat mengawali kegiatan di Grand Equator Hotel, Rabu (15/7/2026).

Dijelaskan Rezha, GEMA UMK merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pupuk Kaltim yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Utamanya membekali pelaku usaha keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, di luar pendampingan kewirausahaan yang sebelumnya difasilitasi.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta dibekali berbagai keterampilan praktis dalam memanfaatkan AI untuk mendukung pengembangan usaha.

Materi yang diberikan meliputi riset pasar berbasis AI, pembuatan konten pemasaran digital, pengembangan identitas merek (branding), optimalisasi media sosial, pengelolaan penjualan digital, hingga penyusunan administrasi dan pembukuan usaha secara sederhana.
“Saat pelaku usaha mampu menggunakan teknologi secara optimal, maka peluang pun akan lebih terbuka. Penggunaan AI bukan untuk menggantikan peran manusia, tapi memperkuat kemampuan pelaku usaha agar mampu bekerja lebih efektif,” jelas Rezha.
Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus memaksimalkan peran dalam mendorong potensi usaha mikro kecil agar semakin berkembang, sehingga memiliki daya saing tinggi dan berdampak positif terhadap kemandirian masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pupuk Kaltim akan terus menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Perusahaan memberi dampak nyata di masyarakat. Baik melalui pelatihan, pendampingan, maupun pengembangan kompetensi digital,” tambah Rezha.
Mewakili Pemkot Bontang, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM, Lukman, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pupuk Kaltim mendukung pemberdayaan masyarakat dengan berbagai program.
Seperti GEMA UMK, menjadi contoh nyata kolaborasi strategis antara dunia industri bersama pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah dan kemandirian masyarakat.
Terlebih di era digitalisasi saat ini, pelaku usaha harus turut menyesuaikan perkembangan teknologi agar lebih inovatif dan adaptif. Dari hal itu, daya saing usaha pun secara tidak langsung akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saat ini dunia usaha bergerak sangat cepat dan dinamis. Cara berjualan dan perilaku konsumen pun berubah, sehingga pelaku usaha harus ikut bertransformasi agar mampu meningkatkan peluang,” kata Lukman.
Lukman mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan, serta kreativitas dalam mengembangkan usaha.
Begitu juga Pupuk Kaltim, diharap senantiasa menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan, agar makin banyak pelaku usaha kecil di Kota Bontang yang mampu naik kelas dan berdaya saing.
“Dari pendampingan Pupuk Kaltim, kami optimis akan semakin banyak pelaku usaha kecil Kota Bontang yang tumbuh serta mampu berkontribusi bagi perekonomian daerah,” ucap Lukman.
Salah satu peserta, Haeruddin, mengaku kegiatan ini memberi banyak wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha.
Terlebih materi pemanfaatan AI seperti ini merupakan hal baru bagi pelaku usaha lokal, sehingga dapat membuka peluang baginya dalam meningkatkan kualitas promosi dan pemasaran produk.
“Pelatihan ini sangat membantu kami memahami bagaimana memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung promosi dan pengembangan usaha. Kami kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena manfaatnya sangat kami rasakan,” tutur Haeruddin. (*/Ayb)
















