BONTANG – Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Kota Bontang bersama Duta Anti Narkoba Kota Bontang 2025 menggelar kegiatan Ramadhan Edu-Care Movement: Pesantren Anti Narkoba dan Pesantren Anti Perundungan di Pondok Pesantren Nurul Ichsan, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda, khususnya santri, tentang bahaya perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba yang dapat berdampak pada kesehatan mental serta masa depan remaja.
Pesantren dinilai memiliki peran penting sebagai ruang pendidikan berbasis nilai keagamaan yang aman dan suportif bagi para santri dalam membangun karakter dan akhlak.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti Edu-Talk, role play dan simulasi kasus, serta safe sharing session.
Santri juga diajak melakukan refleksi Ramadhan melalui penulisan surat untuk diri sendiri bertema “Alasan Aku Bertahan.”
Kegiatan ditutup dengan deklarasi komitmen bersama “You Matter Movement” sebagai bentuk dukungan terhadap lingkungan yang bebas dari perundungan dan penyalahgunaan narkoba.
Puluhan santri dari berbagai usia mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang bentuk dan dampak perundungan, tetapi juga cara bersikap suportif terhadap teman sebaya serta keberanian menolak ajakan negatif.
Selain edukasi, panitia juga menyalurkan santunan dan bingkisan kepada para santri sebagai bagian dari semangat berbagi di bulan Ramadhan.
Ketua KIPAN Kota Bontang, Nurul, mengatakan kegiatan ini akan terus diperluas ke berbagai lembaga pendidikan dan sosial di Kota Bontang.
“Program ini akan kami dorong ke pesantren dan juga panti asuhan. Kami ingin membangun lingkungan yang aman dan saling peduli bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi seperti ini penting dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda memiliki keberanian untuk bersuara dan saling melindungi.
“Harapannya, santri bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya. Mulai dari hal sederhana, yaitu berani menolak perundungan dan menjauhi narkoba,” tutupnya. (*/Niwil)
















