BONTANG – Kinerja penerimaan retribusi daerah Kota Bontang pada dua bulan pertama 2026 mulai menunjukkan penguatan.
Hingga 28 Februari, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi telah mencapai Rp16,04 miliar atau 12,46 persen dari target tahunan Rp128,75 miliar.

Angka tersebut juga mendekati sasaran Triwulan I. Dari target sekitar Rp19,31 miliar, realisasi sudah berada di posisi 83,07 persen.
Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, menilai capaian ini sebagai sinyal positif.
“Trennya sudah terlihat, tinggal dijaga konsistensinya,” katanya saat ditemui cuitankaltim diruangan kerja, Kamis 25 Maret 2026.
Kontribusi retribusi daerah masih didominasi tiga sektor utama, yakni jasa umum, jasa usaha, dan perizinan tertentu. Ketiganya menjadi penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Untuk menjaga performa, Bapenda memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah, meningkatkan kualitas layanan, serta mengoptimalkan pengawasan.
Sistem pembayaran berbasis digital juga terus dikembangkan untuk mempermudah wajib retribusi.
Peningkatan penerimaan ini diharapkan berdampak langsung pada pembangunan daerah, khususnya pada sektor infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan di Kota Bontang.
“Ujungnya harus dirasakan masyarakat,” tutupnya. (*/Niwil)

















