CUITANKALTIM,COM, BONTANG – Fleksibilitas dalam pengaturan jam mengajar menjadi solusi utama SMPN 2 Bontang dalam menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Kebijakan ini dinilai efektif untuk menjaga stabilitas pembelajaran.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Jumadi, mengatakan bahwa setiap guru memiliki batas minimal dan maksimal jam mengajar, yakni 24 hingga 40 jam per minggu.
“Masih bisa ditambah selama belum mencapai 40 JP,” ujarnya saat ditemui, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa saat ini banyak guru yang berada di kisaran 36 jam, sehingga masih memiliki ruang untuk penambahan beban kerja.
Dengan kondisi tersebut, sekolah dapat mengisi kekosongan jam pelajaran tanpa harus langsung mencari tenaga baru.
“Kita manfaatkan yang ada dulu,” ucapnya.
Hal ini juga menjadi solusi sementara sambil menunggu kebijakan dari Disdikbud terkait penambahan guru melalui rekrutmen P3K.
Meski demikian, pihak sekolah tetap mengantisipasi kemungkinan kekurangan guru akibat pensiun.
Dalam waktu dekat, tiga guru akan meninggalkan tugasnya sebagai pendidik.
Karena itu, fleksibilitas jam mengajar menjadi strategi penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di sekolah tersebut. (MH/ADV)

















