BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali melakukan perombakan struktur jabatan di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Sebanyak 10 lurah mengalami pergantian posisi dalam pelantikan yang digelar di Auditorium 3D, Jalan Awang Long, Selasa (21/4/2026) pagi.
Rotasi jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi perangkat daerah.
Kebijakan ini disebut sebagai langkah untuk memperkuat kinerja aparatur serta meningkatkan mutu pelayanan publik di wilayah masing-masing.
Dalam proses mutasi tersebut, sejumlah nama baru resmi mengisi jabatan lurah di berbagai kelurahan.
Andriani Kasim kini menjabat Lurah Tanjung Laut, sementara Elis Biantoro dipercaya memimpin Tanjung Laut Indah menggantikan Ardiansyah yang berpindah tugas ke Bontang Kuala.
Di Kelurahan Bontang Baru, posisi lurah kini diisi Nur Huda yang menggantikan Bagus Susanto.
Pergeseran juga terjadi di Kelurahan Api-Api, dengan Fahrizal mengambil alih jabatan yang sebelumnya dipegang Hadha Sulistiyono, yang kini bertugas di Satpol PP.
Perubahan turut terjadi di sejumlah wilayah lain. Hermin Della memimpin Kelurahan Kanaan menggantikan Salmon Kanaan Payung Allo yang mendapat penugasan baru di bidang administrasi perumahan.
Meti Tandi juga resmi menjabat Lurah Gunung Telihan menggantikan pejabat sebelumnya.
Sementara itu, di Kelurahan Belimbing, Andriyana kini menempati posisi lurah menggantikan Dwi Andriyani yang berpindah ke Diskominfo.
Di Kelurahan Loktuan, Sunyk Widiarih menggantikan Supriadi yang mendapat tugas baru di Bapenda.
Untuk Kelurahan Berebas Tengah, jabatan yang sebelumnya kosong setelah pejabat lama pensiun pada April 2026, kini telah diisi oleh Hasmawi.
Selain level kelurahan, rotasi juga menyentuh jabatan camat. Mustamin resmi menjabat Camat Bontang Barat menggantikan Ida Idris yang kini menempati posisi baru di DPMTSP.
Sementara itu, Ahmad Efa Yuliansyah yang sebelumnya menjabat Plt Camat Bontang Selatan, kini ditetapkan sebagai camat definitif.
Kepala daerah menegaskan rotasi merupakan hal yang lazim dalam sistem birokrasi untuk menjaga dinamika kerja pemerintahan.
“Mutasi jabatan ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik,” ujar Wali Kota Bontang dalam keterangannya. (*/Niwil)

















