CUITANKALTIM.COM, BONTANG – SDN 008 Bontang Utara mulai membuka peluang menuju Adiwiyata tingkat ASEAN seiring penguatan upaya mempertahankan predikat Adiwiyata Mandiri yang saat ini telah diraih sekolah.
Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah, mengatakan status Adiwiyata Mandiri menjadi tahapan tinggi yang harus dijaga secara serius sebelum melangkah ke jenjang berikutnya. Sebab jika tidak mampu dipertahankan, sekolah berisiko kehilangan status tersebut.
“Kalau tidak mampu mempertahankan, bisa kembali nol lagi. Jadi tidak boleh lengah atau santai. Karena itu kami terus memperkuat persiapan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Sebagai bentuk penguatan, sekolah menyiapkan sekitar 700 tanaman yang menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan sekolah. Langkah itu juga menjadi fondasi untuk menopang keberlanjutan program Adiwiyata.
Tanaman yang dikembangkan meliputi berbagai jenis, mulai mahoni, pala, langsat, duku, rambutan, kelengkeng, jeruk, mangga, belimbing, sawo, melinjo, kopi, kakao, hingga pohon ulin.
Masitah menyebut keberagaman vegetasi itu menjadi kekuatan sekolah, bahkan beberapa tanaman telah menghasilkan panen dan dimanfaatkan dalam pembelajaran siswa. Koleksi tersebut juga menjadi perhatian tim verifikasi saat penilaian.
“Semua saya punya koleksi tanaman. Bahkan ulin juga ada, yang tidak semua sekolah punya. Itu juga menjadi perhatian saat penilaian,” katanya.
Selain memperkuat ekosistem hijau, sekolah juga melibatkan seluruh warga sekolah melalui skema partisipatif. Guru, siswa, dan orang tua menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program lingkungan.
Salah satu kebijakan yang diterapkan ialah kewajiban setiap guru membawa dan menanam satu jenis tanaman berbeda. Dengan 36 guru, sekolah memiliki tambahan puluhan tanaman sebagai bagian dari penguatan vegetasi.
Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk budaya kolektif yang memperkuat konsistensi sekolah menjaga predikat Adiwiyata Mandiri sekaligus mempersiapkan diri menuju tingkat ASEAN.
Meski membuka peluang ke level lebih tinggi, Masitah menegaskan fokus utama sekolah tetap memastikan predikat Adiwiyata Mandiri yang sudah diraih tetap bertahan melalui kerja berkelanjutan.
“Mandiri itu sudah di atas nasional. Sekarang yang utama bagaimana mempertahankan, karena itu yang paling penting,” tutupnya. (MH/ADV)

















