BONTANG – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bontang masih menunggu keputusan dari DPP terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Bontang setelah wafatnya H. Maming.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Bontang, Winardi, mengatakan bahwa proses pengajuan pengganti sudah dilakukan dan kini tinggal menunggu hasil dari pusat.
“Kami sudah mengusulkan melalui DPD dan diteruskan ke DPP. Sekarang tinggal menunggu SK dari DPP,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.
Dia menjelaskan, semula pembahasan PAW direncanakan setelah 40 hari wafatnya almarhum sebagai bentuk penghormatan.
Namun kondisi di lembaga membuat proses tersebut harus dipercepat.
“Awalnya kami ingin menunggu 40 hari sebagai bentuk empati. Tapi karena kebutuhan lembaga harus tetap berjalan, akhirnya proses PAW dipercepat,” jelasnya.
Winardi menuturkan, tahapan PAW dimulai dari pemberhentian resmi anggota DPRD melalui rapat paripurna. Saat ini, surat pengajuan pemberhentian tersebut telah disampaikan.
“Untuk pemberhentian, suratnya sudah kami ajukan ke DPRD,” katanya.
Setelah itu, DPC PDIP akan mengajukan nama calon pengganti ke KPU untuk proses verifikasi. Sejumlah dokumen penting turut dilampirkan dalam pengajuan tersebut.
“Nanti KPU akan memeriksa kelengkapan berkas, termasuk SK gubernur dan status keanggotaan calon yang diusulkan,” tambahnya.
Jika semua persyaratan terpenuhi, maka nama calon akan diajukan ke DPRD untuk diproses lebih lanjut hingga penerbitan SK pelantikan oleh gubernur.
Winardi menegaskan, calon pengganti berasal dari daerah pemilihan yang sama, yakni Bontang Selatan, serta merupakan peraih suara terbanyak berikutnya dari PDIP.
“Penggantinya tetap dari dapil yang sama dan berdasarkan perolehan suara terbanyak setelah almarhum,” tegasnya.
Selain PAW anggota, PDIP juga masih menunggu keputusan DPP terkait pengisian jabatan pimpinan DPRD yang ditinggalkan almarhum.
“Untuk posisi pimpinan DPRD, itu sepenuhnya kewenangan DPP. Kami sudah mengusulkan, sekarang tinggal menunggu keputusan,” bebernya.
Tak hanya itu, jabatan Bendahara DPC PDIP Bontang juga menjadi pembahasan dalam rapat pleno. Tiga nama telah diajukan ke DPP, namun belum diungkap ke publik.
“Kita sudah mengusulkan tiga nama untuk posisi bendahara. Siapa yang dipilih, kita tunggu keputusan DPP,” pungkasnya. (*/Niwil)

















