Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Soal Kawasan Tahura Bukit Soeharto Rusak, Hal Ini Dikatakan Otorita IKN

Soal Kawasan Tahura Bukit Soeharto Rusak, Hal Ini Dikatakan Otorita IKN

by Redaksi Cuitan Kaltim
29 April 2026
in Kutai Kartanegara, Umum
0
Salah satu kawasan di Tahura Bukit Soeharto yang telah dirambah dibangun bangunan rumah dan lahan perladangan di Desa Batuah, Kabupaten Kukar, Kaltim, Selasa (28/4/2026).

Salah satu kawasan di Tahura Bukit Soeharto yang telah dirambah dibangun bangunan rumah dan lahan perladangan di Desa Batuah, Kabupaten Kukar, Kaltim, Selasa (28/4/2026). (Ist)

Share on Facebook

KUKAR – Kerusakan di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto kian mengkhawatirkan.

Sekitar 60 persen dari total 64.000 hektare kawasan dilaporkan telah dirambah untuk aktivitas perladangan, perkebunan, hingga pertambangan ilegal.

Fakta tersebut mengemuka dalam kegiatan penanaman pohon yang digelar di KM 65 Desa Batuah, Selasa (28/4/2026), di area Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) milik Universitas Mulawarman.

Kawasan yang seharusnya menjadi laboratorium alam bagi penelitian hutan tropis kini menghadapi tekanan berat akibat aktivitas ilegal yang terus berulang.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara, Myrna Asnawati Safitri mengatakan, kerusakan di Tahura Bukit Soeharto bukanlah hal baru.

Namun, dalam dua tahun terakhir, intensitas perambahan meningkat dengan pola yang dinilai lebih terorganisir.

“Kami melihat langsung, praktiknya seperti kucing-kucingan. Saat ada patroli berhenti, tapi ketika tidak ada pengawasan, aktivitas kembali berjalan,” ujar Myrna.

Ia menegaskan, sebagian besar kawasan yang dirambah kini telah berubah menjadi lahan terbuka, sehingga mengancam fungsi utama Tahura sebagai kawasan konservasi dan penelitian.

“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Ini bukan hanya soal pembukaan lahan, tapi ancaman serius terhadap fungsi kawasan sebagai hutan konservasi dan lokasi penelitian,” tegasnya.

Sebagai langkah awal pemulihan, Otorita IKN bersama pemerintah daerah, aparat, dan akademisi melakukan penanaman 100 bibit pohon, mayoritas jenis nyamplung.

Lokasi penanaman dipilih di tepi jalan agar dapat menjadi titik pemantauan publik.

“Ini kami jadikan plot pemantauan bersama. Supaya publik bisa melihat langsung dan ikut mengawasi. Kalau ada aktivitas mencurigakan, segera laporkan,” kata Myrna.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pendekatan persuasif harus dibarengi dengan penegakan hukum yang tegas. Saat ini, setidaknya tiga kasus perambahan telah masuk tahap pengadilan.

“Kalau sudah terang seperti ini, penegakan hukum tidak bisa ditawar lagi. Kami sudah melakukan pendekatan humanis, tapi kalau tidak diindahkan, tentu ada konsekuensi hukum,” ujarnya.

Myrna juga mengungkap adanya indikasi mobilisasi warga dari luar daerah untuk membuka lahan di kawasan tersebut.

Menurutnya, hal ini seringkali dibungkus dengan narasi seolah-olah pelaku merupakan masyarakat lokal.

“Kami punya data warga yang benar-benar tinggal di sekitar sini. Tapi yang masuk membuka lahan justru banyak dari luar. Ini yang perlu diluruskan,” katanya.

Dari sisi akademisi, Kepala Unit Penunjang Akademik Sumber Daya Hayati Hutan Tropis Lembap Unmul, Ibrahim menilai, kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada hilangnya tutupan hutan, tetapi juga merusak ekosistem penelitian yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

“Yang hilang itu bukan hanya pohon, tapi juga ilmu pengetahuan. Plot penelitian yang kami bangun bertahun-tahun bisa habis dalam waktu singkat,” ujarnya.

Ia mencontohkan plot tanaman nyamplung yang sebelumnya dikembangkan sebagai bagian dari riset energi terbarukan kini ikut terdampak pembabatan. Bahkan, pola perambahan dinilai mengikuti tata letak plot penelitian.

“Ini bukan sekadar ditebang, tapi seperti dipetakan. Polanya rapi mengikuti plot penelitian. Artinya ada indikasi pelaku memahami kawasan ini,” kata Ibrahim.

Menurutnya, nyamplung memiliki potensi besar sebagai sumber energi nabati di masa depan. Namun, lemahnya pengamanan kawasan membuat upaya riset tersebut terancam gagal.

“Kami menanam bertahun-tahun, tapi habis dalam waktu singkat. Ini seperti kerja panjang yang dihapus dalam satu kejadian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya rehabilitasi, tetapi memastikan perlindungan kawasan agar tidak kembali dirambah.

“Kalau soal menanam, kami siap. Tapi kalau tidak ada jaminan keamanan, hasilnya akan sama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, meminta agar penanganan perambahan tidak disamaratakan, terutama terhadap warga yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.

Dia menilai perlu adanya pendekatan berbasis data historis dalam penyelesaian konflik.

“Ada kuburan warga di sana. Itu bukti nyata. Tidak mungkin ada kuburan kalau tidak ada kehidupan sebelumnya,” ujarnya.

Abdul Rasyid juga meminta agar setiap kegiatan di wilayah desa dilakukan dengan koordinasi yang jelas, serta tidak membangun narasi yang menyudutkan masyarakat setempat.

“Kami tidak pernah menghalangi. Justru kami mendukung. Tapi jangan sampai ada pihak lain yang membangun persepsi seolah-olah kami tidak kooperatif,” katanya.

Ia berharap Otorita IKN dapat menertibkan kawasan secara adil dan proporsional, dengan tetap mempertimbangkan hak masyarakat yang telah lebih dulu tinggal di wilayah tersebut.

“Kalau tahura duluan, ya tidak bisa diganggu. Tapi kalau warga duluan, harus ada solusi. Itu yang kami minta,” ujarnya. (*/MH)

Post Views: 442
Tags: Hutan RusakKawasan Tahura Bukit SoehartoOtorita IKN
Share14Send

Related Posts

Pembagunan IKN

Meski Pusat Pemerintahan Masih di Jakarta, Investasi IKN Sudah Tembus Rp72,39 Triliun

by Redaksi Cuitan Kaltim
21 Mei 2026
0
85

IKN - Investasi yang masuk ke proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mengalami peningkatan dan kini diperkirakan mencapai Rp72,39...

Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin jadi narasumber di Universitas Mulawarman, Samarinda,

DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Lingkungan di IKN, Soroti Tambang Ilegal di Kaltim

by Redaksi Cuitan Kaltim
13 Mei 2026
0
145

SAMARINDA - Pengawasan lingkungan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan dalam forum nasional yang melibatkan akademisi, pemerintah,...

Tim aparat gabungan melakukan razia besar-besaran di kawasan IKN.

THM dan Warung Remang-Remang di Kawasan IKN Ditertibkan, 3 PSK Masih di Bawah Umur

by Redaksi Cuitan Kaltim
20 Juli 2025
0
271

KUKAR - Tim aparat gabungan melakukan razia besar-besaran di kawasan IKN. Sebanyak 100 personel diterjunkan dalam operasi digelar Kamis malam...

Next Post
Ilustrasi kasus pelecehan

Kasus Dugaan Pencabulan di Bontang Terungkap, Pelaku Diduga Residivis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Prosesi pemakaman bayi yang meninggal dunia usai menjalani penanganan medis di RS Santa Elisabeth Bengalon.

    Kasus Kematian Bayi di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim Masih Diselidiki Polisi

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Jadwal Kapal PELNI Juli 2026 dari Pelabuhan Bontang Resmi Dirilis, Catat Tanggal dan Rute Lengkapnya

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Mediasi Gugatan Perdata Basri Rase Kembali Dijadwalkan, Tergugat Siapkan Rekonvensi

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Gerak-gerik Mencurigakan di Jalan HM Ardans Bontang, Dua Pria Dibekuk Polisi

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Wali Kota Bontang Tekankan OPD Terus Perkuat Tata Kelola Data Pemerintahan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelabuhan Semayang di Balikpapan

Jadwal Kapal Balikpapan – Surabaya April 2026, Dharma Lautan Utama Beroperasi Rutin

5 April 2026
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

11 Maret 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

8 November 2024
PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan - Parepare dan Balikpapan - Palu Februari - Maret 2026

PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan – Parepare dan Balikpapan – Palu Februari – Maret 2026

23 Februari 2026
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim

AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim, Berbekal Pengalaman Ungkap Kasus Siber Internasional

18 Juli 2026
Pogres pembagunan IKN

Basuki Beberkan Progres IKN, Jalan Tol hingga Kawasan Legislatif Masih Dibangun

17 Juli 2026
Barang bukti yang diamankan Polres Bontang

Terendus dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu 10,22 Gram di Bontang

17 Juli 2026
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai awak media

Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Bontang Tekankan Guru Jaga Mutu Pendidikan

17 Juli 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang