BONTANG – Kasus pelecehan seksual di Bontang memicu keprihatinan luas setelah diketahui beberapa anak terindikasi menjadi korban.
Kasus tersebut masih berpotensi berkembang seiring pendalaman penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian.
Pemerintah Kota Bontang melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3KB langsung memberikan pendampingan sejak awal penanganan kasus.
Para korban telah didampingi, termasuk saat menjalani pemeriksaan di kepolisian.
Kepala UPTD PPA DP3KB Bontang, Sukmawati, menyampaikan, pihaknya akan melanjutkan dengan asesmen mendalam guna menentukan langkah penanganan lanjutan.
“Kami tidak hanya mendampingi saat pemeriksaan, tetapi juga akan melakukan penilaian lanjutan untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Dia menegaskan, penanganan tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pada pemulihan kondisi korban secara menyeluruh.
Layanan psikologis, kesehatan, hingga kelanjutan pendidikan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
“Kondisi mental anak pascakejadian menjadi perhatian utama kami, agar dampaknya tidak berkepanjangan,” jelasnya.
Selain itu, potensi tekanan sosial terhadap korban juga diantisipasi sejak dini. Anak-anak korban berisiko mengalami perundungan, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di sekolah.
Untuk itu, UPTD PPA akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Pendidikan, guna menyiapkan langkah mitigasi.
“Pasti akan bekerja sama dengan berbagai pihak agar anak-anak ini tetap merasa aman dan tidak mengalami tekanan sosial,” tambahnya.
UPTD PPA juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak memberikan stigma atau perlakuan diskriminatif terhadap anak-anak yang menjadi korban.
“Mari berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak,” harapnya.
Perlindungan anak, tegasnya, merupakan tanggung jawab bersama, sehingga setiap pihak diharapkan dapat berkontribusi dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara aman dan sehat.
Penyidikan Masih Berjalan
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan proses penyidikan masih terus berlangsung.
Plt Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Mohammad Yazid, menyebutkan bahwa jumlah korban yang terdata saat ini belum bersifat final.
“Saat ini ada empat korban yang sudah didampingi, namun kemungkinan jumlahnya bisa bertambah seiring perkembangan penyelidikan,” pungkasnya. (*/Niwil)

















