BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana memberikan insentif yang lebih layak bagi guru pengganti.
Selama ini, banyak tenaga pengajar menerima honor di bawah standar, sehingga berdampak pada kesejahteraan mereka.
“Insentifnya kita sesuaikan agar layak, tahun depan, insyallah akan diterapkan,” kata Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, usai upacara Hari Pendidikan Nasional, di halaman DPMPTSP, Sabtu 2 Mei 2026.
Pemkot akan menyesuaikan besaran insentif mendekati Upah Minimum Kota (UMK).
Pendanaan akan diambil dari anggaran pendidikan, termasuk dana BOS. Dengan kebijakan ini, kata dia diharapkan mampu meningkatkan motivasi serta kualitas tenaga pengajar di sekolah.
“Kalau sejahtera, tentu kinerjanya juga lebih baik,” pungkasnya. (*/Niwil)

















