BONTANG – Komisi A DPRD Bontang melakukan kunjungan lapangan untuk membahas persoalan ketenagakerjaan bersama PT Badak LNG.
Pertemuan tersebut menyoroti isu pemutusan hubungan kerja (PHK) serta kondisi sosial para pekerja di lingkungan industri.
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saiful Rizal, menegaskan, pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek ketenagakerjaan, tetapi juga mencakup pembinaan mental melalui pendekatan keagamaan di tengah tekanan kerja industri.
“Saya aktif dalam lembaga dakwah. Kami bahu-membahu menghadirkan para pendakwah untuk memperkuat pondasi mental masyarakat, agar lebih tenang dalam bekerja dan tidak mudah mengambil keputusan emosional,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, penguatan mental dan stabilitas kondisi pekerja penting dilakukan guna mencegah potensi konflik atau persoalan di dunia kerja industri.
“Ini sebagai bentuk penguatan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Manager Human Capital PT Badak LNG, Ravito Karismael, menjelaskan bahwa program pembinaan mental berbasis keagamaan tersebut sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan menghadirkan tokoh agama.
“Program seperti ini pernah kami laksanakan, termasuk bekerja sama dengan Ustaz Abdul Somad,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program di perusahaan melibatkan berbagai pihak terkait dalam mendukung ekosistem operasional industri.
“Semua aktivitas di Badak LNG turut melibatkan peran pemilik gas, termasuk dalam menentukan apakah program tersebut dapat dilaksanakan atau tidak,” tutupnya. (*/Nwl)

















