BONTANG – Polemik terkait retribusi parkir di kawasan wisata Bontang Kuala menjadi perhatian masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam, menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk menyerap aspirasi warga pada Minggu (10/5/2026).
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bontang, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, pemerintah kelurahan, tokoh adat, tokoh pemuda, pelaku UMKM, serta masyarakat Bontang Kuala.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam, menegaskan bahwa masukan dari berbagai elemen masyarakat sangat penting agar kebijakan retribusi tidak menimbulkan polemik.
“Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, penerapan Peraturan Daerah ini masih dalam tahap uji coba, sehingga evaluasi dan penyesuaian akan terus dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan.
Andi Faisal menjelaskan dalam dua hari pelaksanaan, pendapatan retribusi Bontang tercatat mencapai sekitar Rp10 juta per bulan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta.
“Ini perkembangan yang harus kita kaji bersama,” katanya.
Ia menambahkan, jika dalam pelaksanaannya kebijakan ini dirasa memberatkan, maka pemerintah akan melakukan relaksasi agar tidak merugikan masyarakat maupun pelaku usaha di kawasan wisata tersebut.
“Prinsipnya, kebijakan harus adil dan tidak membebani,” tegasnya. (*/Nwl)

















