BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Junaidi meminta pemerintah segera mengevaluasi secara menyeluruh kebijakan retribusi di kawasan Bontang Kuala.
Hal itu menyusul menurunnya jumlah kunjungan wisatawan yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kebijakan retribusi pada prinsipnya memiliki dasar hukum yang harus dihormati bersama.
Namun, implementasi di lapangan perlu dikaji ulang apabila justru menimbulkan dampak negatif bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar.
“Retribusi memang memiliki dasar hukum, tetapi fakta di lapangan menunjukkan adanya penurunan kunjungan. Ini menjadi sinyal bahwa implementasi kebijakan perlu segera dievaluasi,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Junaidi menegaskan, retribusi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat maupun wisatawan untuk berkunjung ke kawasan wisata tersebut.
Lanjutnya, apabila kebijakan di pintu masuk justru mengurangi jumlah pengunjung, maka yang perlu dibenahi bukan hanya persepsi masyarakat, melainkan juga pola pelaksanaan kebijakan itu sendiri.
Ia menilai pemerintah perlu melihat persoalan ini secara lebih luas. Pendapatan daerah dari retribusi memang penting, tetapi menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat dinilai jauh lebih krusial.
“Jangan sampai kita mengejar pemasukan kecil di awal, tetapi kehilangan perputaran ekonomi yang jauh lebih besar di dalam kawasan,” katanya.
Junaidi menyebut kawasan Bontang Kuala selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang bertumpu pada sektor wisata, kuliner, dan usaha kecil.
Karena itu, ia menilai kebijakan yang diterapkan harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pendapatan daerah dan keberlangsungan usaha warga.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kebijakan tetap berjalan sesuai aturan tanpa mematikan denyut ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
“Kebijakan publik tidak cukup hanya benar secara regulasi, tetapi juga harus tepat secara dampak. Kalau dampaknya melemahkan ekonomi masyarakat, maka sudah seharusnya dilakukan perbaikan,” tegasnya. (*/Nwl)

















