BONTANG – Program bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R di Kota Bontang dinilai mulai menunjukkan hasil positif dalam mengurangi timbunan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Heru Triatmojo, mengatakan fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat kini telah tersedia di hampir seluruh kelurahan.
“Di masing-masing kelurahan sudah ada pengelolaan dan pemilahan sampah melalui TPST 3R dan bank sampah yang telah kami bentuk,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Menurut Heru, sistem tersebut berperan penting dalam mengurangi beban TPA karena sampah dipilah terlebih dahulu sebelum dibuang.
Dia menjelaskan, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun pakan maggot, sedangkan sampah nonorganik seperti kardus, kaleng, dan besi dapat dijual kembali melalui bank sampah.
“Jadi ada nilai tambah untuk masyarakat. Hanya residu yang akhirnya masuk ke TPA,” katanya.
DLH Bontang juga menargetkan pengurangan sampah dapat melampaui standar nasional pengelolaan sampah, yakni 60 persen pengurangan dan 40 persen residu.
“Kami berupaya agar pengurangan sampah bisa lebih dari 60 persen karena sampah sebenarnya memiliki nilai ekonomi,” tutupnya. (*/Niwil)

















