CUITANKALTIM.COM, BONTANG – SMPN 9 Bontang memastikan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 tetap mengacu pada petunjuk teknis dan regulasi yang berlaku.
Sekolah menegaskan seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru akan dilaksanakan secara tertib agar proses berjalan lancar dan dapat diikuti masyarakat dengan mudah.
Kepala SMPN 9 Bontang, Lilyn Indriyawati, mengatakan pihak sekolah berupaya menjaga agar pelaksanaan penerimaan siswa baru berlangsung transparan serta sesuai ketentuan pemerintah.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting untuk menciptakan proses seleksi yang adil bagi seluruh calon peserta didik.
“Semua tahapan penerimaan tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, saat ini sekolah mulai melakukan berbagai persiapan teknis menjelang pelaksanaan SPMB. Persiapan tersebut meliputi pembentukan panitia pelaksana, penyusunan agenda kerja, hingga kesiapan administrasi yang diperlukan selama proses penerimaan berlangsung.
Selain itu, SMPN 9 Bontang juga menyiapkan agenda sosialisasi kepada masyarakat agar informasi terkait SPMB dapat dipahami dengan jelas oleh orang tua maupun calon siswa.
Sosialisasi dinilai penting untuk meminimalkan kesalahan informasi sekaligus membantu masyarakat mengetahui alur pendaftaran secara lengkap.
Dalam kegiatan sosialisasi nanti, sekolah akan menyampaikan berbagai ketentuan mulai dari persyaratan pendaftaran, jadwal pelaksanaan, hingga mekanisme penerimaan peserta didik baru.
Pihak sekolah berharap masyarakat dapat mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pendaftaran SPMB SMP negeri di Kota Bontang sendiri dijadwalkan mulai dibuka pada 2 Juni 2026. Pada tahun ajaran mendatang, SMPN 9 Bontang membuka tiga rombongan belajar dengan total daya tampung sebanyak 96 siswa.
Di samping persiapan administrasi penerimaan, sekolah juga mulai melakukan kesiapan sarana penunjang pembelajaran untuk menyambut peserta didik baru.
Beberapa kebutuhan ruang belajar dan fasilitas pendukung lainnya dipastikan dalam kondisi siap digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.
Lilyn menambahkan, komunikasi yang baik antara sekolah dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran proses penerimaan siswa baru.
Karena itu, pihak sekolah mengimbau orang tua calon siswa agar selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan sekolah.
“Komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi bagian penting agar proses penerimaan berjalan kondusif,” pungkasnya. (MH/ADV)

















