CUITANKALTIM.COM, BONTANG – Upaya membangun budaya bersih terus dilakukan SMP Negeri 4 Bontang melalui program Gesit.
Program yang diinisiasi Pemerintah Kota Bontang tersebut kini diterapkan melalui pembiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Tidak sekadar slogan, program Gesit dijalankan lewat kebiasaan nyata yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Para siswa dibimbing untuk menjaga kebersihan kelas sejak awal hingga akhir kegiatan belajar mengajar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Bontang, Mangara Herry Andersen mengatakan, pembentukan karakter peduli lingkungan harus dilakukan secara konsisten agar menjadi kebiasaan jangka panjang.
“Kalau hanya sekali dua kali diingatkan biasanya cepat lupa. Jadi memang harus dibiasakan setiap hari,” tuturnya, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, guru rutin memberikan pengingat kepada siswa untuk memeriksa kondisi kelas sebelum pulang sekolah.
Langkah tersebut dilakukan agar siswa terbiasa bertanggung jawab terhadap kebersihan ruang belajar mereka sendiri.
Sekolah juga memberikan perhatian terhadap kebiasaan siswa yang masih meninggalkan sampah di meja maupun laci kelas.
Menurut Mangara, hal-hal kecil seperti itu perlu diperbaiki agar suasana belajar lebih sehat dan rapi.
Selain pengawasan kebersihan, sekolah juga menanamkan pentingnya menjaga lingkungan melalui edukasi saat kegiatan belajar maupun apel sekolah.
“Harapannya anak-anak bukan hanya bersih di sekolah, tetapi juga menerapkannya di rumah dan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Dengan pembiasaan yang dilakukan secara rutin, SMPN 4 Bontang berharap program Gesit dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. (MH/ADV).

















