Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Muhammad Sahib DPRD Bontang Desak Penindakan Tegas Pelaku Bom Ikan

Muhammad Sahib DPRD Bontang Desak Penindakan Tegas Pelaku Bom Ikan

by Redaksi Cuitan Kaltim
27 Mei 2026
in Bontang, Umum
0
Muhammad Sahib DPRD Bontang

Muhammad Sahib DPRD Bontang. (Dok: Cuitan)

Share on Facebook

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, meminta pemerintah bertindak tegas terhadap praktik pengeboman ikan yang masih terjadi di perairan Bontang.

Menurutnya, penggunaan bom ikan tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak ekosistem laut dan membahayakan keselamatan nelayan.

Sahib menegaskan, praktik bom ikan harus dihentikan karena dampaknya sangat merugikan lingkungan laut, terutama terumbu karang yang menjadi habitat berbagai biota laut.

Ia menilai, tindakan tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum sangat diperlukan agar aktivitas tersebut tidak terus berulang.

“Pemerintah harus bertindak tegas supaya pengebom ikan ini sudah tidak ada lagi di perairan Kota Bontang. Karena bom ikan sangat membahayakan pemakainya dan merusak biota laut kita,” ujarnya pada senin (25/5/2026).

Selain penindakan, Sahib, juga meminta Pemerintah Kota Bontang lebih aktif melakukan sosialisasi kepada nelayan terkait bahaya penggunaan bom ikan.

Menurutnya, edukasi perlu dilakukan secara langsung di wilayah-wilayah pesisir seperti Guntung, Tanjung Laut, Bontang Kuala, hingga Tanjung Limau.

Ia mengatakan, masyarakat nelayan perlu diberi pemahaman bahwa bom ikan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Selain itu, sahib juga menyinggung sejumlah kejadian ledakan bom rakitan yang pernah terjadi dan membahayakan pembuatnya sendiri.

“Sudah banyak kejadian bom rakitan itu bisa meledak di rumahnya sendiri. Maka pemerintah harus turun tangan melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak lagi merakit ataupun menggunakan bom ikan,” katanya.

Sahib juga meminta Dinas Perikanan tidak tinggal diam dalam persoalan tersebut. Ia mendorong adanya dialog bersama nelayan untuk mencari solusi alternatif agar mereka tidak lagi menggunakan bahan peledak saat melaut.

Menurutnya, pemerintah dapat membantu menyediakan alat tangkap yang lebih aman dan ramah lingkungan bagi nelayan. Dengan begitu, nelayan tetap dapat mencari nafkah tanpa harus merusak ekosistem laut.

Tak hanya itu, Sahib turut menyoroti keterbatasan personel dan sarana yang dimiliki Polisi Air dan Udara (Polairud) dalam melakukan pengawasan di laut.

Ia mengaku memahami kondisi tersebut, mengingat wilayah pengawasan Polairud Bontang juga mencakup daerah lain seperti Sangatta.

“Personel Polair kita memang sangat kurang. Maka pengawasan harus ditingkatkan dan kalau perlu personelnya ditambah supaya lebih maksimal,” ungkapnya.

Sahib, juga menilai pemerintah perlu membantu pengadaan armada yang sesuai dengan kondisi perairan dangkal.

Pasalnya, pelaku bom ikan disebut kerap menggunakan perahu ketinting saat air surut sehingga sulit dikejar speedboat milik aparat.

“Kalau nelayan memakai ketinting, maka Polair juga harus difasilitasi ketinting agar bisa melakukan pengawasan sampai ke wilayah dangkal. Pemerintah wajib mempersiapkan armada yang sesuai supaya pengawasan lebih efektif,” tutupnya. (*/Niwil)

Post Views: 290
Tags: Bom IkanDPRD BontangMuhamad Sahib
Share36Send

Related Posts

Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib,

Satpol PP Dinilai Mandul Tegakkan Perda Miras, Muhammad Sahib: Jangan Hanya Kejar Pelanggaran Kecil

by Redaksi Cuitan Kaltim
29 Juni 2026
0
130

BONTANG, CUITANKALTIM.COM - Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dia...

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Bonnie Sukardi

Bonnie Sukardi Dorong Transformasi TPA Bontang, Soroti Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

by Redaksi Cuitan Kaltim
25 Juni 2026
0
91

BONTANG, CUITANKALTIM.COM - Sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Bontang kembali menjadi sorotan DPRD. Anggota Komisi C...

Saat Perkim Bontang rapat dengan DPRD

Perkim Bontang Terapkan Aplikasi Digital Pengelolaan Rusun, Informasi Kamar dan Pembayaran Bisa Diakses Publik

by Redaksi Cuitan Kaltim
24 Juni 2026
0
103

BONTANG, CUITANKALTIM.COM - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Bontang menerapkan sistem digital dalam pengelolaan rumah susun (rusun)...

Next Post
Tiga jabatan penting resmi berganti dalam upacara serah terima jabatan yang digelar di lapangan apel Mapolres Bontang, Selasa pagi, 26 Mei 2026

Sejumlah Kasat di Polres Bontang Berganti, Kasat Reskrim hingga Kasat Samapta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Jadwal Kapal Laut bulan Juli 2026

    Jadwal Kapal PELNI Juli 2026 dari Pelabuhan Bontang Resmi Dirilis, Catat Tanggal dan Rute Lengkapnya

    627 shares
    Share 251 Tweet 157
  • Rp6,8 Triliun Raib! Kasus Korupsi BMN Kemendes di Kukar Masuk Babak Baru, 7 Terdakwa Segera Disidang

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Ayah Tiri di Kutim Diduga Setubuhi Anak Sambung Sejak Usia 9 Tahun, Korban Alami Trauma Berat

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 59 Remaja Hamil dalam Lima Bulan Jadi Alarm Keras, Bontang Tak Bisa Lagi Berlindung di Balik Predikat Kota Layak Anak

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Tiga Rumah Roboh Diterjang Gelombang Pasang, Pemkot Balikpapan Buka Opsi Relokasi Warga Pesisir

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelabuhan Semayang di Balikpapan

Jadwal Kapal Balikpapan – Surabaya April 2026, Dharma Lautan Utama Beroperasi Rutin

5 April 2026
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

11 Maret 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

8 November 2024
PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan - Parepare dan Balikpapan - Palu Februari - Maret 2026

PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan – Parepare dan Balikpapan – Palu Februari – Maret 2026

23 Februari 2026
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
Kuasa hukum tergugat, Muhammad Rifai,

Mediasi Gugatan Perdata Basri Rase Kembali Dijadwalkan, Tergugat Siapkan Rekonvensi

13 Juli 2026
Kebakaran di Berau Kaltim

Empat Rumah Ludes Dilalap Api di Jalan Pulau Panjang Berau, Angin Kencang Hambat Proses Pemadaman

13 Juli 2026
Korban Tenggelam di Pantai Kemala Balikpapan Ditemukan

Korban Tenggelam di Pantai Kemala Balikpapan Ditemukan, Basarnas: Berjarak 200 Meter dari Titik Hilang

12 Juli 2026
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang menggelar Rapat Kerja (Raker) di Kooala Seahouse (Vila Kooala) Bontang Kuala, Sabtu (11/7/2026).

PWI Bontang Gelar Raker di Vila Kooala, Fokus Tingkatkan Profesionalisme Wartawan

12 Juli 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang