JAKARTA – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR), Arsyad Kasmar, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, atas dukungan terhadap perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.
Menurut Arsyad, dalam pertemuan tersebut Dudung menilai Luwu Raya memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) karena didukung sumber daya alam yang melimpah, letak geografis yang strategis, serta prospek pengembangan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Tak hanya itu, Dudung juga disebut menilai Luwu Raya telah memenuhi aspek demografis untuk menjadi provinsi baru.
“Beliau menyampaikan bahwa dengan jumlah penduduk yang telah mencapai lebih dari satu juta jiwa, Luwu Raya sudah sangat layak menjadi provinsi mandiri,” ujar Arsyad dalam keterangan tertulis, Selasa, 14 Juli 2026.
Arsyad mengatakan, dalam kesempatan itu Dudung juga memberikan ilustrasi mengenai sejumlah negara yang pada awal berdirinya memiliki jumlah penduduk relatif kecil namun mampu berkembang menjadi negara yang mandiri.
Menurut Arsyad, penyampaian tersebut menjadi gambaran bahwa wilayah dengan potensi besar dan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa dinilai memiliki kapasitas untuk mengelola pemerintahan sendiri apabila ketentuan perundang-undangan telah memungkinkan.
“Ini menjadi motivasi besar bagi kami. Dukungan Bapak Jenderal Dudung yang melihat Luwu Raya sebagai calon Kawasan Strategis Nasional menunjukkan bahwa Tana Luwu memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional,” kata Arsyad.
Ia menambahkan, dukungan tersebut akan menjadi modal bagi BPP KKLR untuk memperkuat komunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan DPR RI terkait aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Arsyad berharap perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat memperoleh perhatian dalam kebijakan pemerintah mengenai daerah otonom baru.
Selain itu, BPP KKLR akan melakukan konsolidasi bersama Pemerintah Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, serta Pemerintah Kota Palopo.
Konsolidasi tersebut bertujuan menyusun cetak biru atau blueprint kesiapan Provinsi Luwu Raya, mulai dari aspek pemerintahan, infrastruktur, ekonomi, hingga sumber daya manusia.
“Kami ingin memastikan seluruh persiapan dilakukan secara matang sehingga ketika peluang pembentukan provinsi dibuka, Luwu Raya benar-benar siap,” tutupnya. (*/Rilis)















