JAKARTA – Gerd merupakan kondisi refluks asam atau heartburn. Mengalami hal ini bukanlah hal yang aneh, akan tetapi sebagian orang menderita rasa tidak nyaman seperti kembung, bersendawa hingga rasa terbakar akibat asam lambung. Berdasarkan data 20% populasi menderita penyakit refluks gastroesofageal atau Gerd.
Dalam keadaan normal, sfingter esofagus mencegah asam lambung naik ke kerongkongan dengan menutup setelah makanan masuk ke lambung. Namun, jika otot ini melemah atau mengendur, makanan akan terdorong ke atas dan menyebabkan naiknya asam lambung.
Dilansir dari Berandasehat.id 3/8/2025 “Diet memainkan peran utama dalam mengendalikan gejala refluks asam dan merupakan terapi lini pertama yang digunakan untuk penderita GERD,” kata Ekta Gupta, M.B.B.S., M.D., ahli gastroenterologi di Johns Hopkins Medicine.
Ada beberapa makanan yang dapat menyebabkan asam lambung naik. Hal ini membuat sfingter esofagus menjadi rileks dan membuat proses pencernaan tertunda yang membuat makanan berada di perut lebih lama.
Adapun makanan yang berpotensi memicu refluks asam, di antaranya makanan cepat saji, gorengan, pizza, keripik kentang dan olahan makanan ringan lainnya, cabai bubuk dan merica, daging berlemak seperti bacon dan sosis, serta keju.
Selain itu makanan lain yang dapat menyebabkan masalah yang sama di antaranya cokelat, papermin, minuman berkarbonasi dan saus berbahan dasar tomat serta buah sitrus.
Untuk mencegah asam lambung naik, Gupta menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan tertentu di malam hari terutama menjelang tidur. Hal tersebut di lakukan agar makanan tidak menempel di perut dan kemudian naik ke kerongkongan saat tubuh dalam posisi berbaring.
Cara lain untuk mencegah refluks asam adalah dengan makan dalam porsi kecil dan sering dan menghindar makanan dengan porsi besar dan lebih berat, serta tidak makan larut malam dan cemilan sebelum tidur. (*/T)
















