BONTANG – Rangkaian Aksi Bergizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang memasuki kegiatan lomba. Para peserta dari berbagai perwakilan 50 sekolah se-Kota Bontang turun andil memeriahkan perlombaan Aksi Begizi.

Perlombaan diselenggarakan ke dalam 2 kategori. Kategori pertama, para peserta mengikuti lomba Ranking pertama Aksi Bergizi sekolah terbaik se-kota Bontang.

Lomba tersebut memiliki 3 juara sekolah terbaik dari keseluruhan 50 sekolah yang ikut serta. Juara Pertama diraih oleh SMAN 1 Bontang dengan hadiah pembinaan sebesar Rp 5 juta.

Selanjutnya, Juara keduaomna nergengsi ini diperoleh SMKN 1 Bontang dengan total hadiah pembinaan sebesar Rp 3 juta.
Disusul kemudian juara ketiga diraih oleh SMA Muhamadiyah Bontang dengan jumlah hadia pembinaan sebanyak Rp 2 juta.
Selain itu, terdapat juga Juara harapan bersama yang diraih oleh sekolah SMA IT DHBS Putra, SMPN 2 Bontang dan SMP Bintang Bontang. Masing-masing sekolah mendapatkan hadiah pembinaan sebesar Rp 1 juta.
Untuk kategori lomba kedua yaitu Fun Games, para peserta mengikuti beberapa perlombaan diantaranya; lomba kaki seribu, lomba karet putra dan lomba sedotan.
Ketiga Lomba tersebut masing-masing diambil 3 kelompok juara terbaik. Masing-masing sekolah mendapatkan hadiahberupa bingkisan makanan ringan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bontang, Bambang Sri Mulyono, mengatakan perlombaan ini merupakan bentuk penguatan materi dalam kesadaran peserta didik.
Pasalnya perlombaan dilakukan menggunakan pertanyaan seputar meteri kesehatan yang telah diajarkan. Mulai dari pertahanan mengenal pola hidup sehat sehari-hari hingga materi bebas dari narkoba yang telah diajarkan.
“Agar kesadaran mengenai materi kesehatan dalam ditanamkan lebih kuat melalui perlombaan,” ungkapnya, Rabu, 26 November 2025.
Ia menambahkan oeemberian juara juga merupakan bentuk penghargaan bagi peserta didik yang telah serius dalam mengikuti aksi bergizi di kalangan remaja Bontang.
Dirinya berharap melalui perlombaan menjadi pemantik bagi para remaja untuk bisa menanam pemahamannya mengenai penting kesehatan dalam kebiasaan sehari-hari yang telah didapat selama kegiatan berlangsung.
“Pada akhirnya kesadaran yang tertanam bisa diterapkan dalam pola hidup yang lebih sehat,” imbuhnya. (ADV)

















