BALI – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menekankan pentingnya kemandirian fiskal daerah lewat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikannya saat membuka FGD Bapenda wilayah Indonesia Tengah dan Timur di Bali, Kamis (12/2/2026).
Menurut Harum, daerah tak bisa lagi bergantung pada dana transfer pusat. PAD harus jadi tulang punggung pembangunan.
“Kita harus perkuat PAD. Jangan terus bergantung pada pusat,” tegasnya.
Dirinya menyebut, APBD Kaltim turun dari Rp21,7 triliun pada 2025 menjadi Rp15,15 triliun di 2026 akibat pemangkasan TKD.
Tahun 2025, target PAD Kaltim Rp10,03 triliun dengan realisasi Rp9,33 triliun atau 93 persen.
Melalui FGD ini, Harum berharap Bapenda se-Indonesia Tengah dan Timur bisa menyelaraskan data dan menggali potensi pajak serta retribusi yang belum maksimal.
“Setidaknya selaraskan data dengan baik dapat meningkatkan PAD,” pungkasnya. (*/Red)

















