JAKARTA – Bagi banyak orang, kopi di pagi hari adalah ritual tak tergantikan. Tapi siapa sangka, waktu Anda menyesap kopi ternyata bisa berdampak besar pada kesehatan bahkan pada risiko hidup lebih lama.
Temuan menarik ini datang dari sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal, yang menghubungkan waktu konsumsi kopi dengan risiko kematian akibat penyakit jantung.
Studi berskala besar tersebut mengamati pola minum kopi ribuan orang, dan hasilnya cukup mengejutkan. Mereka yang rutin minum kopi hanya di pagi hari tercatat memiliki risiko kematian dini 16% lebih rendah, serta risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 31% lebih kecil dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sekali.
Uniknya, manfaat tersebut tidak ditemukan pada kelompok yang minum kopi sepanjang hari. Padahal, jenis kopi baik yang berkafein maupun tanpa kafein tidak memengaruhi hasilnya. Peneliti menyimpulkan bahwa waktu minum kopi tampaknya lebih penting daripada jenisnya.
“Ini adalah studi pertama yang melihat hubungan waktu minum kopi dengan dampaknya terhadap kesehatan,” ujar Dr. Lu Qi, peneliti utama yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian Obesitas Universitas Tulane, New Orleans. dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu 13 Juli 2025.
Salah satu teori yang mendasari temuan ini adalah peran ritme sirkadian tubuh. Mengonsumsi kopi di sore atau malam hari berpotensi mengganggu jam biologis, yang bisa berdampak negatif pada fungsi jantung dan metabolisme.
Hal ini tentu menjadi pertimbangan bagi mereka yang terbiasa mengandalkan kopi untuk menahan kantuk di penghujung hari.
Penelitian ini memang bersifat observasional bukan uji klinis namun tetap memberi wawasan baru tentang pentingnya memperhatikan waktu dalam kebiasaan sehari-hari.
Bahkan setelah mempertimbangkan berbagai variabel seperti usia, gaya hidup, kebiasaan tidur, serta kondisi medis seperti diabetes dan hipertensi, hasil studi tetap konsisten.
Ahli gizi Vanessa King yang tidak terlibat dalam penelitian ini pun mengingatkan bahwa meskipun hasilnya menjanjikan, tidak berarti semua orang bebas menyesap kopi tanpa batas.
“Manfaat kesehatan selalu bergantung pada keseimbangan dan konteks konsumsi,” ujarnya.
Kini, segelas kopi pagi bukan hanya soal energi dan semangat, tapi mungkin juga langkah kecil menuju hidup lebih lama dan sehat. (*/Wahdi)

















