BONTANG – Usaha Zulkifli, siswa SMAN 3 Bontang, dalam mengasah kemampuan kaligrafinya selama setahun terakhir akhirnya membuahkan hasil.
Ia sukses menyabet juara dua dalam lomba keagamaan tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025.
“Kalau tahun kemarin belum berhasil juara di tingkat provinsi,” ujar Zulkifli saat dihubungi cuitankaltim pada Selada, 14 Oktober 2025.
Dia mengenang pengalaman tahun lalu yang cukup mengejutkan. Menurutnya, perbedaan teknis antara lomba tingkat kota dan provinsi menjadi tantangan tersendiri.
“Di kota pakainya kertas karton dan krayon, tapi pas di provinsi malah disuruh pakai kanvas dan cat. Waktu itu saya jadi gugup karena perlengkapan saya nggak cocok,” ceritanya.
Kekalahan tersebut tak membuatnya patah semangat. Sejak saat itu, remaja asal Bontang Utara ini justru semakin serius berlatih menggunakan media kanvas dan cat untuk menyempurnakan teknik kaligrafinya.
Zulkifli mengaku awal ketertarikannya terhadap kaligrafi berawal dari ajakan gurunya untuk ikut lomba.
Awalnya hanya mencoba-coba karena hobi menggambar, namun lama-kelamaan tumbuh menjadi minat khusus.
“Dulu niatnya cuma coba-coba aja. Ternyata asyik juga, apalagi setelah tahu banyak gaya kaligrafi yang bisa dieksplor,” katanya.
Tahun ini menjadi kesempatan terakhirnya mewakili sekolah karena ia sudah duduk di kelas 12.
Dia pun menyayangkan belum ada penerus di SMAN 3 Bontang yang menekuni bidang kaligrafi.
“Sayangnya belum ada adik kelas yang tertarik. Padahal kaligrafi itu butuh rasa dan ketelatenan,” pungkasnya. (*/Red)

















