Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Deteksi Kanker Pankreas Kini Bisa Lewat Feses, Ilmuwan Temukan Sidik Jari Mikroba Mematikan

Deteksi Kanker Pankreas Kini Bisa Lewat Feses, Ilmuwan Temukan Sidik Jari Mikroba Mematikan

by Redaksi Cuitan Kaltim
30 Juli 2025
in Kesehatan, Umum
0
Ilustrasi Feses

Ilustrasi Feses. (Ist)

Share on Facebook

CUITANKALTIM-COM – Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, dan di antara ragam jenisnya, kanker pankreas atau pancreatic ductal adenocarcinoma (PDAC) menjadi salah satu yang paling mematikan. Namun, harapan baru muncul dari tempat yang tak terduga: feses manusia.

Peneliti internasional baru-baru ini menemukan bahwa tinja bisa menjadi petunjuk biologis penting untuk mendeteksi kanker pankreas secara dini, bahkan sebelum gejala muncul.

Temuan ini membuka babak baru dalam dunia medis, mengingat selama ini kanker pankreas baru terdeteksi saat pasien sudah mengalami gejala serius seperti kelelahan kronis dan nyeri yang tak jelas asalnya, yang kerap terlambat dikenali.

Dilansir dari Science Alert, Rabu 30 Juli 2025, para ilmuwan menggunakan teknologi sekuensing gen 16S rRNA untuk menganalisis DNA bakteri dalam usus dari sampel feses.

Hasilnya mencengangkan pasien kanker pankreas memiliki keragaman mikrobioma usus yang jauh lebih rendah dibandingkan individu sehat.

Perbedaan ini begitu mencolok sehingga bisa membentuk semacam “sidik jari biologis” yang membedakan antara pasien dan non-pasien.

Studi yang melibatkan tim dari Finlandia dan Iran ini kemudian melangkah lebih jauh.

Dengan memanfaatkan kecanggihan kecerdasan buatan (AI), mereka mengembangkan model prediktif yang mampu mengidentifikasi pasien kanker pankreas hanya berdasarkan profil mikrobioma mereka dengan tingkat akurasi yang menjanjikan.

Penelitian ini menjadi bagian dari perkembangan pesat dalam ilmu mikrobioma.

Teknik lanjutan seperti shotgun metagenomic sequencing kini memungkinkan pemetaan genom bakteri secara lebih detail dan menyeluruh, termasuk mendeteksi transfer mikroba antarindividu.

“Dulu, tubuh manusia dianggap sebagai sistem biologis yang terpisah. Tapi kini, kita melihatnya sebagai ekosistem kompleks bersama triliunan mikroba yang hidup berdampingan,” tulis para ilmuwan dari Quadram Institute dalam The Conversation dikutip Rabu 30 Juli 2025.

Lebih dari seribu sampel tinja kini telah dianalisis di lembaga tersebut untuk memahami peran mikrobioma dalam kanker usus besar.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mikroba tak hanya dipengaruhi oleh kanker, tetapi dapat mempercepat atau memperlambat pertumbuhannya. Fenomena serupa bahkan ditemukan pada penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson.

Meski pendekatan ini masih dalam tahap awal dan belum diterapkan secara luas di klinik, para peneliti optimistis bahwa masa depan deteksi kanker akan berubah drastis.

Di masa mendatang, mungkin tak perlu lagi menunggu gejala muncul atau prosedur invasif—cukup dari yang setiap hari kita buang ke kloset, jawabannya bisa ditemukan.

“Kita semakin memahami bahwa jawaban dari berbagai pertanyaan medis bisa saja tersembunyi dalam hal yang selama ini kita abaikan, yaitu feses,” ujar tim peneliti dari Quadram Institute.

Dari yang dulu dianggap kotor dan tak penting, tinja kini menjadi ‘emas biologis’ dalam dunia sains. Dan siapa tahu, secuilnya bisa menyelamatkan nyawa. (*/Wahdi)

Post Views: 238
Tags: BakteriDeteksi KankerFesesIlmuwanKankerKesehatanPankreas
Share9Send

Related Posts

ilustrasi bermain hp di toilet

Main Ponsel di Toilet Tingkatkan Risiko Wasir hingga 46 Persen

by Redaksi Cuitan Kaltim
15 September 2025
0
80

CUITANKALTIM.COM - Banyak orang terbiasa membawa ponsel ke toilet untuk membaca berita atau sekadar berselancar di media sosial. Namun, kebiasaan...

Ilustrasi minum kopi saat hamil

Bolehkan Ibu Hamil Minum Kopi? Ini Penjelasan Ahli dan Batas Aman Konsumsinya

by Redaksi Cuitan Kaltim
12 September 2025
0
101

CUITANKALTIM.COM - Bagi sebagian orang, secangkir kopi sudah menjadi teman akrab sehari-hari. Namun, ketika memasuki masa kehamilan, apakah ibu hamil...

Ilustrasi Pisang

Hati-hati, Ini 7 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Pisang

by Redaksi Cuitan Kaltim
11 September 2025
0
88

CUITANKALTIM.COM - Pisang dikenal sebagai buah yang murah, mudah ditemukan, dan kaya nutrisi. Kandungan serat, potasium, vitamin B6, vitamin C,...

Next Post
DPD KNPI Kutim Dengan Kejaksaan Negri Kutim Menjalin Kerjasama

DPD KNPI Kutim dengan Kejaksaan Negri Menjalin Kerjasama Membangun Rumah Restoratif Justice di Desa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Prosesi pemakaman bayi yang meninggal dunia usai menjalani penanganan medis di RS Santa Elisabeth Bengalon.

    Kasus Kematian Bayi di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim Masih Diselidiki Polisi

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Jadwal Kapal PELNI Juli 2026 dari Pelabuhan Bontang Resmi Dirilis, Catat Tanggal dan Rute Lengkapnya

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Mediasi Gugatan Perdata Basri Rase Kembali Dijadwalkan, Tergugat Siapkan Rekonvensi

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Gerak-gerik Mencurigakan di Jalan HM Ardans Bontang, Dua Pria Dibekuk Polisi

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Wali Kota Bontang Tekankan OPD Terus Perkuat Tata Kelola Data Pemerintahan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelabuhan Semayang di Balikpapan

Jadwal Kapal Balikpapan – Surabaya April 2026, Dharma Lautan Utama Beroperasi Rutin

5 April 2026
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

11 Maret 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

8 November 2024
PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan - Parepare dan Balikpapan - Palu Februari - Maret 2026

PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan – Parepare dan Balikpapan – Palu Februari – Maret 2026

23 Februari 2026
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim

AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim, Berbekal Pengalaman Ungkap Kasus Siber Internasional

18 Juli 2026
Pogres pembagunan IKN

Basuki Beberkan Progres IKN, Jalan Tol hingga Kawasan Legislatif Masih Dibangun

17 Juli 2026
Barang bukti yang diamankan Polres Bontang

Terendus dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu 10,22 Gram di Bontang

17 Juli 2026
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai awak media

Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Bontang Tekankan Guru Jaga Mutu Pendidikan

17 Juli 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang