Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Interaksi Anak dengan AI Meningkat, Psikolog Ingatkan Risiko Gangguan Mental

Interaksi Anak dengan AI Meningkat, Psikolog Ingatkan Risiko Gangguan Mental

by Redaksi Cuitan Kaltim
24 Juli 2025
in Kesehatan, Lifestyle, Nasional, Pemerintahan, Teknologi, Umum
0
Interaksi Anak dan AI (Ist)

Interaksi Anak dan AI (Ist)

Share on Facebook

JAKARTA – Kecerdasan buatan (AI) telah merambah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam interaksi anak-anak sehari-hari. Namun, di tengah penetrasi teknologi yang kian masif, para ahli menyoroti potensi bahaya psikologis yang belum banyak disadari.

Pemerintah pun dinilai belum cukup sigap dalam mengantisipasi dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan mental generasi muda.

Psikolog klinis dari Eka Hospital Bekasi, Annisa Axelta, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum banyak laporan yang secara eksplisit menyebut AI sebagai pemicu utama gangguan psikologis anak. Tapi bukan berarti situasinya bisa dianggap aman.

“Belum banyak bukan berarti belum ada. Bisa jadi kasusnya belum dikenali atau belum dikaitkan langsung dengan dampak AI,” ujar Annisa yang dikutip dari CNNIndonesia, Rabu 23 Juli 2025.

Annisa mulai mencatat sejumlah gejala awal yang mengkhawatirkan, seperti meningkatnya rasa kesepian, gangguan komunikasi interpersonal, hingga perubahan pola kelekatan anak terhadap orang tua.

Ia menilai, anak-anak yang lebih sering berinteraksi dengan teknologi non-manusia cenderung kehilangan kemampuan menghadapi dinamika sosial yang kompleks.

“AI membuat anak-anak terbiasa dengan interaksi satu arah yang cepat dan instan. Akibatnya, saat harus berhadapan dengan situasi sosial yang penuh ketidakpastian, mereka kesulitan beradaptasi,” jelasnya.

Menurut Annisa, tanpa adanya intervensi kebijakan yang memadai, AI dapat menjadi faktor signifikan dalam memperburuk kesehatan mental anak. Ia bahkan memperkirakan, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, jumlah kasus gangguan identitas, isolasi sosial, hingga digital burnout di kalangan remaja akan mengalami peningkatan.

“Kalau AI sudah menjadi teman utama anak-anak, bukan lagi sekadar alat bantu, maka akan ada pergeseran besar dalam proses pembelajaran sosial dan hubungan dengan keluarga,” ujarnya.

Annisa menegaskan, saat ini adalah waktu yang krusial untuk pemerintah turun tangan. Penelitian mendalam, survei nasional, dan pedoman penggunaan AI yang ramah anak perlu segera disusun.

“Kita belum tahu seberapa besar masalahnya karena belum ada penelitian serius. Tapi dari gejalanya, sudah cukup jadi alarm. Jangan tunggu krisis dulu baru bertindak,” tegasnya.

Pemerintah Akui Belum Bergerak

Peringatan ini diamini oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Pribudiarta Nur Sitepu, mengakui penggunaan AI belum menjadi fokus dalam agenda survei atau kajian resmi KemenPPPA.

“Belum dilakukan survei. Ini AI fenomena baru. Bahkan dalam survei cyberbullying 2024 pun AI belum jadi bahan diskusi. Mungkin 2025 atau 2026 bisa masuk dalam pembaruan survei,” ujar Pri, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung KemenPPPA, Jakarta.

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya pada ketiadaan regulasi, melainkan juga pada rendahnya kesadaran kolektif. Ia menyebut, ada jurang pemahaman yang cukup dalam antara orang tua yang masih belajar teknologi, dan anak-anak yang sejak lahir sudah terbiasa dengan dunia digital.

“Anak-anak itu digital native, sementara orang tua baru belajar. Konflik muncul karena ketimpangan pengetahuan dan pendekatan,” katanya.

Pri menegaskan, isu AI tak bisa diserahkan pada satu kementerian saja. Diperlukan kolaborasi multipihak untuk membentuk lingkungan digital yang sehat bagi anak.

“Seperti pepatah Afrika, ‘It takes a village to raise a child’. Kita butuh peran aktif sekolah, komunitas, orang tua, dan tentu saja pemerintah untuk menjaga anak-anak di era AI ini,” tutupnya.(*/Whd)

Post Views: 288
Tags: AIBahaya PsikologisGenerasi mudaInteraksi AnakKemenPPPAKesehatan mentalPemerintahTeknologi
Share7Send

Related Posts

Penulis: Eva Nurazizah (Ketua Kopri PMII Komisariat STAI Sangatta)

Hilangnya Ruh Mahasiswa di Tengah Keakraban dengan AI

by Redaksi Cuitan Kaltim
13 Desember 2025
0
192

OPINI - Gelar maha yang diberikan kepada siswa yang telah sukses menyelesaikan 12 tahun masa pendidikannya di sekolah dan memperoleh...

Petugas Menertibkan Bangunan Liar di Kawasan Pelabuhan Loktuan

Penertiban Lapak di Pelabuhan Loktuan, PTSP dan 19 Dinas Bergerak Bersama

by Redaksi Cuitan Kaltim
5 November 2025
0
49

BONTANG - Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama 19 Organisasi Perangkat Daerah...

Ilustrasi AI

Fenomena Pasangan Virtual AI, Studi Ungkap Risiko Depresi hingga Gangguan Mental

by Redaksi Cuitan Kaltim
12 September 2025
0
59

CUITANKALTIM.COM - Kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT hingga Gemini kini tak hanya dimanfaatkan untuk bekerja atau belajar. Sebagian pengguna justru...

Next Post
Anak dan Orang Tua (Ist)

Tantrum Anak Bikin Emosi Meledak? Ini Cara Efektif Hadapi Si Kecil Tanpa Marah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Prosesi pemakaman bayi yang meninggal dunia usai menjalani penanganan medis di RS Santa Elisabeth Bengalon.

    Kasus Kematian Bayi di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim Masih Diselidiki Polisi

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Jadwal Kapal PELNI Juli 2026 dari Pelabuhan Bontang Resmi Dirilis, Catat Tanggal dan Rute Lengkapnya

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Mediasi Gugatan Perdata Basri Rase Kembali Dijadwalkan, Tergugat Siapkan Rekonvensi

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Gerak-gerik Mencurigakan di Jalan HM Ardans Bontang, Dua Pria Dibekuk Polisi

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Wali Kota Bontang Tekankan OPD Terus Perkuat Tata Kelola Data Pemerintahan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelabuhan Semayang di Balikpapan

Jadwal Kapal Balikpapan – Surabaya April 2026, Dharma Lautan Utama Beroperasi Rutin

5 April 2026
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

11 Maret 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

8 November 2024
PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan - Parepare dan Balikpapan - Palu Februari - Maret 2026

PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan – Parepare dan Balikpapan – Palu Februari – Maret 2026

23 Februari 2026
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim

AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim, Berbekal Pengalaman Ungkap Kasus Siber Internasional

18 Juli 2026
Pogres pembagunan IKN

Basuki Beberkan Progres IKN, Jalan Tol hingga Kawasan Legislatif Masih Dibangun

17 Juli 2026
Barang bukti yang diamankan Polres Bontang

Terendus dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu 10,22 Gram di Bontang

17 Juli 2026
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai awak media

Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Bontang Tekankan Guru Jaga Mutu Pendidikan

17 Juli 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang