BONTANG – Turnamen sepak bola Formula X OW Ramadhan Cup 2026 resmi ditutup melalui laga final yang digelar di Formula Mini Soccer, Senin (15/3/2026).
Kompetisi yang berlangsung sejak 1 Maret 2026 ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat selama bulan Ramadan. Sejumlah tim lokal ambil bagian dalam turnamen tersebut, menjadikannya bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar komunitas sepak bola di Kota Bontang.
Pada partai puncak, Pemuda Rawa Indah FC berhadapan dengan Kampung Baru FC dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Kedua tim menampilkan permainan terbaik di hadapan penonton yang memadati tribun lapangan.
Kampung Baru FC akhirnya keluar sebagai juara setelah berhasil mengalahkan Pemuda Rawa Indah FC di laga final, sekaligus menutup rangkaian kompetisi yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan.
Usai pertandingan, panitia menggelar seremoni penutupan yang ditandai dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada tim-tim yang berpartisipasi.
Acara tersebut turut dihadiri para pemain, panitia, sponsor, serta masyarakat yang menyaksikan jalannya turnamen hingga partai puncak.
Ketua Komite Sepak Bola Mini Indonesia Bontang, Andi Amri, mengapresiasi terselenggaranya turnamen tersebut.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini penting untuk memberikan ruang positif bagi generasi muda.
“Turnamen seperti ini sangat positif karena memberi wadah bagi para pemuda untuk berkompetisi secara sehat sekaligus mempererat kebersamaan antar komunitas sepak bola,” ujarnya.
Sementara itu, sponsor utama dari OW Coffee, Imam Ahmad Riskan, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan olahraga masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan atlet di tingkat lokal.
Dia menilai Formula X OW Ramadhan Cup memiliki potensi untuk berkembang menjadi turnamen yang lebih besar dan kompetitif di masa mendatang.
“Ke depan kami berharap turnamen ini tidak hanya berhenti di tingkat lokal, tetapi bisa berkembang menjadi ajang yang lebih besar dan bergengsi,” katanya.
Imam juga memastikan pihaknya mendorong penyelenggaraan turnamen dengan cakupan yang lebih luas. Bahkan, ke depan turnamen ini direncanakan dapat digelar dalam format open Kalimantan Timur.
“Harapannya kegiatan ini bisa berkembang menjadi turnamen berskala open Kaltim sehingga para atlet lokal memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dan menunjukkan potensi mereka,” pungkasnya. (*/Niwl)














