CUITANKALTIM.COM,BONTANG – SMP Negeri 4 Bontang terus membangun budaya disiplin dan kepedulian lingkungan melalui program Gesit atau Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku.
Program tersebut kini menjadi salah satu kebiasaan yang diterapkan setiap hari di lingkungan sekolah.
Melalui program itu, siswa dibiasakan untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekitar secara mandiri tanpa harus terus diingatkan guru. Pembiasaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Bontang, Mangara Herry Andersen mengatakan, sekolah ingin membentuk pola pikir siswa bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya perlu dibangun sejak dini agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa nanti.
“Kalau kesadaran itu sudah terbentuk, anak-anak biasanya akan otomatis menjaga kebersihan tanpa harus disuruh,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, penerapan program Gesit dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pengawasan kebersihan kelas hingga pengingat rutin sebelum siswa pulang sekolah.
Guru juga aktif mengingatkan siswa agar tidak meninggalkan sampah di laci meja maupun di sudut kelas. Hal itu dilakukan supaya lingkungan belajar tetap nyaman dan mendukung proses pembelajaran.
Selain siswa, para guru dan tenaga pendidik juga ikut terlibat menjaga kebersihan lingkungan sekolah agar dapat menjadi contoh langsung bagi peserta didik.
“Anak-anak biasanya lebih mudah meniru ketika mereka melihat kebiasaan baik itu dilakukan bersama-sama,” tutupnya. (MH/ADV)

















