BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bontang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Bonnie Sukardi, menggelar reses masa sidang II tahun 2026 yang dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi warga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan voli RT 38, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Rabu (29/4/2026), dengan melibatkan Puskesmas Bontang Barat.
Tak sekadar menyerap aspirasi, Bonnie menghadirkan layanan kesehatan gratis sebagai bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat.
Warga pun tampak antusias memanfaatkan pemeriksaan kesehatan sambil menyampaikan berbagai keluhan dan usulan.
Bonnie menjelaskan, kegiatan ini merupakan inisiatif untuk mendekatkan pelayanan kesehatan sekaligus membantu pembaruan data kesehatan masyarakat.
“Ini bagian dari inisiatif kami sebagai perwakilan rakyat. Kebetulan Puskesmas juga membutuhkan perluasan pemeriksaan dan pembaruan data, jadi kita kombinasikan dengan reses agar warga datang dan pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.
Dia menambahkan, kolaborasi serupa sebelumnya telah beberapa kali dilakukan bersama Puskesmas Bontang Barat, dan ke depan akan terus digelar sebagai bentuk dukungan terhadap program Bontang Sehat serta upaya deteksi dini penyakit.
“Kita ingin masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan, sekaligus penyakit bisa terdeteksi lebih awal,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bonnie juga menyerap berbagai aspirasi warga. Ia mengungkapkan, usulan yang paling dominan berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, disusul persoalan perizinan usaha seperti minimarket serta beasiswa pendidikan.
“Mayoritas usulan soal pembangunan. Semua aspirasi akan kita seleksi berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran. Jika belum bisa direalisasikan sekarang, akan kita perjuangkan di anggaran berikutnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha Puskesmas Bontang Barat, Sarce Mangopo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari skrining kesehatan masyarakat.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat, hingga kolesterol, dengan sasaran warga usia di atas 15 tahun.
“Kami ingin mendeteksi dini penyakit tidak menular yang saat ini cukup banyak terjadi di masyarakat,” jelasnya.
Hingga kegiatan berlangsung, sekitar 50 warga telah mengikuti pemeriksaan dan jumlah tersebut terus bertambah.
Dari hasil sementara, keluhan yang paling banyak ditemukan adalah kolesterol tinggi, terutama pada kelompok usia lanjut.
“Banyak ditemukan kolesterol tinggi, umumnya karena aktivitas fisik berkurang sementara pola makan masih tinggi lemak,” ungkapnya.
Sarce menambahkan, warga yang terindikasi memiliki penyakit akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan dalam kegiatan reses menjadi strategi efektif untuk menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan di jam kerja.
“Kalau hanya menunggu di Puskesmas, tidak semua warga bisa datang. Dengan pola jemput bola seperti ini, jangkauan layanan jadi lebih luas,” pungkasnya. (*/Niwil)

















