KUTIM – Proses seleksi penerimaan anggota Polri di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai bergulir. Sejumlah peserta tengah menjalani tahapan awal, yakni Pemeriksaan Administrasi (Rikmin).
Tahapan ini menjadi pintu masuk sebelum peserta mengikuti rangkaian seleksi lanjutan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, hingga uji jasmani.
Sejumlah peserta, seperti Revan asal Muara Wahau, serta Rocky dan Zahrah dari Sangatta, membagikan pengalaman mereka selama mengikuti proses seleksi.
Zahrah mengaku mengikuti seleksi atas keinginan pribadi, dengan dukungan orang tua. Ia juga menyebut ada dorongan untuk melanjutkan ketertarikan di dunia kepolisian.
Sementara peserta lain menyebut, keikutsertaannya bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga untuk mewujudkan cita-cita sejak kecil.
Meski demikian, mereka mengakui proses seleksi tidak mudah. Setiap tahapan membutuhkan kesiapan, terutama dari sisi akademik.
“Kalau dibilang sulit, semua tahap itu sulit, tapi kembali lagi tergantung kesiapan kita,” ujar salah seorang peserta seleksi, Kamis (2/4/2024).
Peserta menjelaskan, setelah tahap Rikmin, mereka harus melewati pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, hingga tes jasmani, termasuk pemeriksaan EKG. Selanjutnya, peserta akan masuk tahap perangkingan untuk menentukan kelulusan ke tahap berikutnya.
Salah satu peserta juga mengaku baru pertama kali mengikuti seleksi tersebut.
“Ini pertama kali ikut, jadi masih belajar memahami alurnya,” ujarnya.
Terkait pandangan ke depan, termasuk dengan rencana perpindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara, para peserta mengaku belum memiliki gambaran jauh.
“Kami masih di tahap mendaftar, jadi belum bisa melihat lebih jauh. Mungkin nanti setelah bertugas baru bisa memahami,” terang peserta lainnya.
Para peserta berharap dapat melalui seluruh tahapan seleksi dengan baik.
“Semoga tahun ini jadi tahun kita semua,” tutup salah satu peserta. (*/Arya)
















