BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur menetapkan target investasi untuk Kota Bontang pada tahun 2026 naik sebesar 11,24 persen dibanding tahun sebelumnya.
Target tersebut ditetapkan melalui rapat konsolidasi dan sinkronisasi data se-kabupaten/kota se-Kalimantan Timur yang dilaksanakan pada 2 April 2026.
Dengan ketetapan itu, Kota Bontang ditargetkan mampu mencapai realisasi investasi senilai Rp3,427 triliun.
Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, mengungkapkan bahwa realisasi investasi Kota Bontang pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal optimisme bagi pemerintah dalam menyusun strategi untuk mencapai target investasi tahun 2026, didukung oleh potensi daerah yang terus berkembang.
“Optimisme ini didukung oleh potensi sektor unggulan yang terus berkembang, serta kemudahan perizinan yang semakin kita tingkatkan dari waktu ke waktu,” ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.
Ia mengatakan, pemerintah terus melakukan berbagai inovasi pelayanan perizinan, mulai dari penyederhanaan prosedur hingga pemanfaatan sistem digital guna mempercepat proses investasi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan laju investasi agar target tahun 2026 dapat tercapai.
Selain itu, Pemerintah Kota Bontang juga berkomitmen memberikan kepastian hukum serta dukungan kepada para investor sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia usaha.
Pemerintah berharap realisasi investasi yang terus meningkat tidak hanya mampu memenuhi target, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kota Bontang.
“Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, kami optimistis target investasi tahun 2026 dapat tercapai sesuai harapan,” tutupnya. (*/Ar)

















